Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 21 Juni 2026

Pemuda Katolik Usul Gereja soal Papua di Sidang Umum PBB Buka Donasi Berbasis Digital

- Minggu, 30 September 2018 11:47 WIB
478 view
Medan (SIB)- Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Sumut Hotdiman Manik dan tokoh muda Katolik Maniur Rumapea mengusul pihak gereja membuka donasi berbasis digital. Cara itu, menurut keduanya, menyesuaikan dengan perkembangan dan dalam maksud merangkul generasi milenial giat ke gereja.  Di negara maju, gereja menerima donasi melalui Apple Pay dan Google Pay.

Berbicara di Medan, Sabtu, (29/9), usai pertemuan dengan Ketua Vox Point Indonesia - Sumut Remigo Yolanda Berutu, Kepala SMA St Thomas 1 Medan Sr Agnes Saragih SFD, tokoh pembauran Benyamin Winata, Maniur Rumapea menyaksikan warga milenial di Inggris mardurung-durung dengan cara digital. 
"Jemaat hanya menyebutkan jumlah, mengetik jumlah tersebut pada mesin dan menempelkan kartu atau telepon genggam pintar pada mesin itu. Praktis," ujar pria yang juga menjabat Wakil Kepala SMA St Thomas 1 Medan itu. "Di Inggris cara itu disebut contactless payment. Mudah, cepat, sangat nyaman dan kekinian!"

Ia menyebut Church of England yang mengadopsi contactless payment. "Di negara maju kan jemaat kerap membawa digital dan belanja dengan nontunai. Contactless payment di lingkungan gereja pun bagus," tambah aktivis yang kerap turun ke jalan di era 1998 tersebut.

Hotdiman Manik menegaskan, menerima atau tidak, teknologi yang menjadi life style pasti akan masuk ke rumah ibadah. Indonesia, lanjutnya, yang mengadopsi open sky public idealnya diikuti oleh gereja yang ada di Tanah Air. "Cara itu pun secara langsung mengakrabkan kaum milenial dengan gereja," ujarnya.

Meski nanti mengadopsi teknologi, harapnya, gereja Katolik tak serta merta menghapus gaya konvensional di mana kolekte dengan mengedarkan piring atau tas ke jemaat untuk menerima uang. "Jika kolekte kan dilakukan saat ibadah resmi tapi contactless payment melatih kaum milenial untuk selalu berdonasi pada gereja. Misalnya, letakkan alat tersebut di  kompleks gereja. Kapan saja hendak berdonasi, bisa. Seperti mesin ATM," 

Maniur Rumapea dan Hotdiman Manik memastikan, dengan cara itu secara langsung mengakrabkan generasi milenial pada teknologi dan gereja. (R10/l)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru