Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 16 Mei 2026
Rp 14 T Dana Desa Belum Digunakan dengan Baik

Pemerintah Genjot Ketahanan Pangan

* Target 2028 Bisa Swasembada Pangan
Redaksi - Rabu, 30 Oktober 2024 10:57 WIB
178 view
Pemerintah Genjot Ketahanan Pangan
Foto: Antara/Sinta Ambar
JUMPA PERS: Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan target swasembada pangan tercapai pada 2028 diperlukan adanya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Selasa (29/10).
Jakarta (SIB)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan, pemerintah akan menggenjot ketahanan pangan, khususnya di desa. Ketahanan pangan ini masuk dalam target swasembada pangan dari Presiden Prabowo Subianto.

Adapun dana desa pada 2024 dalam APBN sebesar Rp 71 triliun. Menurut Zulhas, ada dana sebesar Rp 14 triliun atau 20% dari total anggaran belum digunakan dengan baik.

"Ini untuk ketahanan pangan ini ternyata dari Rp 71 triliun Dana Desa, ada Rp 14 triliun, 20% Rp 14 triliun lebih itu harus untuk ketahanan yang saat ini belum terkoodinasi dengan baik," kata Zulhas ditemui di Kementerian Kehutanan, seperti dikutip Harian SIB, Selasa (29/10).

Zulhas mengatakan, pihaknya akan segera membuat perencanaan bagaimana dana desa itu bisa digunakan oleh desa-desa untuk ketahanan pangan.
"Nanti kita akan kasih modul sehingga apa yang harus dikerjakan desa-desa itu untuk dalam rangka masalah ketahanan pangan," jelasnya.


Sebagai informasi, jumlah dana desa yang digulirkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 sebesar Rp 71 triliun. Nilai itu terus meningkat dibandingkan 2015 saat dana desa dialokasikan pertama kali sebesar Rp 20,8 triliun.


Target 2028
Lebih lanjut Zulhas mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat beberapa kali untuk membahas kejar target swasembada pangan 2028.


"Kita berkejaran dengan waktu. Pak Presiden sudah berkali-kali menyampaikan kita ingin agar negeri kita ini swasembada pangan. Setelah itu kita terus, siang rapat, malam juga rapat, melakukan rapat koordinasi untuk belajar masalah dan mencari solusinya agar 2028 itu kita bisa swasembada pangan," kata dia.


Menurut Zulhas untuk mencapai swasembada pangan itu, pemerintah harus berkolaborasi menjamin ketersediaan pangan Indonesia. Dia mencontohkan, Kementerian Pertanian menjadi kementerian yang penting untuk menggenjot produksi dalam negeri, namun tidak dapat berjalan sendiri.


"Kalau mau pupuk harus ke BUMN, kalau dia perlu air untuk mengairi sawahnya dia perlu irigasi dari Kementerian PU, KemenPU yang menentukan. Kalau dia perlu bibit baru dia nggak bisa harus BRIN yang meneliti. Kalau nanti Menteri Pertanian perlu cek lahan perlu Bupati/Gubernur. Kalau perlu lahan maka mesti ke Menteri Kehutanan," jelas dia.


Ditemui di lokasi yang sama, Wamentan Sudaryono mengatakan, untuk mengejar swasembada pangan ada berbagai macam komoditas, mulai dari beras, daging, susu, kedelai, hingga bawang putih.


Intinya kejar target swasembada pangan tidak hanya kepada beras, sejumlah komoditas lain juga akan menjadi perhatian pemerintah.


"Yang masih kurang belum swasembada harus kita genjot, sementara yang belum daging, susu. Kemudian bawang putih juga kita akan pikirkan, kedelai dan seterusnya. Intinya yang semua impor harus swasembada," tuturnya.


Prioritas

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan bahwa mega proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap dilanjutkan. Namun disamping proyek ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto punya prioritas lain yaitu swasembada pangan.



Menurut Dody, keberlanjutan IKN telah diputuskan oleh pemerintah. Dengan demikian, apa yang sudah diputuskan pasti akan diimplementasikan.


"IKN tetap (lanjut), cuman mungkin ya kan prioritasnya sekarang kan swasembada pangan. Tetap IKN, tetap itu kan sudah diputuskan," kata Dody, ditemui usai Rapat Kerja (Raker) perdana bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (29/10).


Dody mengatakan, arahan utama dari Prabowo terhadap para jajarannya ialah untuk mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan beras merupakan yang utama bagi masyarakat RI.


"Arahannya itu swasembada pangan. Kita ini kekurangan beras loh, takutnya nanti Ukraina meledak, Iran meledak Itu kan nanti kita jadi nggak bisa makan, beras kan semua orang kan kalau nggak makan beras kan seolah-olah nggak makan, jangan lah," ujarnya.


Adapun dukungan yang dimaksud ialah dalam pemenuhan infrastruktur air dan irigasi. Menurutnya, dukungan dalam akses penyediaan air baku merupakan salah satu tugas utama Kementerian PU.


"Beras itu utama, kewajiban PU support Pak Presiden soal swasembada. Berarti support Kementan itu dulu yang utama, termasuk swasembada air lah," kata dia.


Sementara saat ditanya terkait dengan target Prabowo untuk menyelesaikan IKN dalam 4 tahun, menurutnya hal tersebut tidaklah mustahil.


"Insyaallah, insyaallah (selesai dalam 4 tahun)," ujar Dody.


Gandeng Swasta

Pelaku usaha merespons prioritas kerja Presiden Prabowo Subianto untuk menitikberatkan swasembada pangan dan energi kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih.


Pengusaha nasional Haryara Tambunan mengatakan, untuk mencapai target swasembada pangan dan energi, pemerintah harus mampu menggandeng pihak swasta, masyarakat dan khalayak luas untuk turut serta dalam program tersebut.


Sebagai pengusaha yang bergerak di bidang energi sekaligus ketua umum HIPAKAD, Haryara mengaku pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah dalam berbagai hal untuk mencapai target presiden baru tersebut.


"Tentu kita sebagai pengusaha akan selalu siap mendukung apapun itu yang menjadi kebijakan dan program pemerintah apabila diperlukan dan dibutuhkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/10).


Haryara menambahkan, sinergitas seperti ini perlu dilakukan demi mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur setidaknya dalam 5 tahun ke depan demi Indonesia Emas 2045.


"Saya yakin jika sinergitas antara pemerintah dengan swasta dapat terjalin dengan baik, terlebih dengan didukung oleh masyarakat dan khalayak luas, maka percepatan swasembada akan dapat tercapai dalam waktu yang relatif singkat dan saya juga siap mengajak rekan-rekan sesama pengusaha untuk terjun bersama mewujudkan hal tersebut," tambahnya. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru