Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 09 Agustus 2026

Pendiri Sekolah di Jaksel Sedih 996 Senjata Ditemukan di Ruang Mantan Ketua Yayasan

Redaksi - Minggu, 09 Agustus 2026 17:01 WIB
131 view
Pendiri Sekolah di Jaksel Sedih 996 Senjata Ditemukan di Ruang Mantan Ketua Yayasan
Foto: Dok/Detikcom
Pendiri yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan buka suara soal temuan 996 senjata di ruang mantan ketua yayasan.

Jakarta(harianSIB.com)

Temuan ratusan senjata di lingkungan sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan membuat salah satu pendirinya, Yan Sofyan Syafe'i, merasa prihatin. Ia berharap persoalan tersebut segera diselesaikan agar aktivitas pendidikan di sekolah kembali berjalan sesuai tujuan awal pendiriannya.

Yan mengaku sedih setelah 996 senjata ditemukan di ruang mantan Ketua Yayasan sekolah tersebut. Menurutnya, sekolah itu sejak awal didirikan dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa serta membentuk generasi yang saleh dan memiliki kecerdasan.

"Kami selaku pendiri yang mendirikan sekolah ini merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini. Tetapi insyaallah, seperti yang tadi saya utarakan, mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya," kata Sofyan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026), sebagaimana dilansir Detikcom.

Sofyan menjelaskan, sekolah tersebut didirikan oleh empat tokoh, yakni mantan Wakil Presiden RI Adam Malik, Letjen TNI (Purn) KPH Soerjo Wirjohadipoetro, Mawardi Labay El-Sulthani, dan dirinya.

Baca Juga:
Ia mengatakan, proses pendirian sekolah bermula ketika para pendiri menemui Adam Malik yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Mereka kemudian diarahkan untuk memanfaatkan tanah di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

"Kita ke Pak Adam, kemudian kita sama-sama ke Pak Adam sampai di sana diarahkan oleh beliau bahwa beliau selaku Wakil Presiden pada waktu itu dan diarahkan bahwa ada tanah kami di sana di Kebayoran, katanya di Pondok Pinang," ujarnya.

Setelah itu, yayasan didirikan dengan visi dan misi mencerdaskan anak bangsa serta membentuk manusia yang seutuhnya.

"Setelah itu mulailah kita buat yayasan itu dengan visi dan misi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dan kita berkeinginan agar anak-anak bangsa kita itu dapat betul-betul menjadi manusia yang seutuhnya," tambahnya.

Sofyan berharap persoalan terkait penemuan senjata tersebut dapat segera diselesaikan secara baik. Ia ingin kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali berlangsung normal dan tujuan awal pendirian sekolah tetap terjaga.

"Mudah-mudahan itu semua bisa diselesaikan dengan cara yang sebaik mungkin. Karena harapan kami, mudah-mudahan sekolah kita ini dapat kembali sesuai dengan tujuan," ungkapnya.

Sementara itu, Alhadid Endar Putra selaku kuasa IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin menyebut 995 pucuk senjata airsoft gun yang ditemukan merupakan milik perusahaan tersebut.

Menurut Alhadid, senjata-senjata itu disimpan di gudang sekolah terkait rencana kerja sama ekstrakurikuler menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sebelumnya pada 2020.

Ia memastikan senjata tersebut resmi dan memiliki izin. Alhadid mengaku telah menunjukkan dokumen perizinan itu kepada pihak kepolisian.

"Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut," kata Alhadid.

Alhadid juga menyebut pengurus yayasan yang sekarang sebenarnya telah mengetahui keberadaan senjata tersebut di gudang sekolah. Karena itu, ia mengaku heran ketika muncul kesan bahwa pihak yayasan tidak mengetahui asal-usul senjata tersebut.

"Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya," ungkapnya.

Ia menduga mencuatnya persoalan tersebut berkaitan dengan konflik internal di tubuh yayasan. Menurut Alhadid, konflik itu telah berlangsung sejak adanya pemberhentian terhadap pembina yayasan sebelumnya.

"Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina, sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi lima bulan itu menduduki di sana. Sebelum dia menduduki itu, dia memberhentikan pembina lain," jelasnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Corner Shot, Senjata Karya Poltekad untuk Pasukan Khusus TNI
Kejari Lubukpakam Dinas Pendidikan Gelar Gebyar Kreativitas Budaya untuk Anak SD dan SMP
LKP Ayu Salon P Siantar Buka Program Pelatihan Pendidikan Kecakapan Wira Usaha
Dewan Pendidikan Minta Disdik Pematangsiantar Data SD yang Siswanya Sedikit
Guru di Simalungun Diminta Tingkatkan Mutu Pendidikan
China Rekrut 31 Siswa Jenius untuk Jadi Ilmuwan Senjata AI
komentar
beritaTerbaru