Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 11 Agustus 2026

Kantor Bupati dan DPRD Puncak Dibakar Massa

Redaksi - Selasa, 11 Agustus 2026 20:50 WIB
138 view
Kantor Bupati dan DPRD Puncak Dibakar Massa
Foto: KOMPAS.com/Doc. Kapolres Puncak
Tampak sejumlah perkantoran yang dibakar massa pada Selasa malam/ Doc. Kapolres Puncak.

Jayapura(harianSIB.com)

Ratusan warga diduga membakar sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada Selasa (11/8/2026) malam. Aksi tersebut diduga dipicu kekecewaan warga karena pemotongan dana desa tahap I tahun 2026.

Kapolres Puncak, AKBP Domingos Ximenes yang dikonfirmasi membenarkan adanya aksi tersebut. Dia mengatakan massa awalnya datang untuk menerima penyaluran dana desa di Bank Papua.

"Awalnya massa datang untuk menerima penyaluran dana desa sekitar pukul 11.36 WIT di Bank Papua," kata Domingos dikutip kompas.com

Namun hingga sekitar pukul 17.40 WIT, dana desa yang ditunggu warga disebut belum diterima.

Massa kemudian bergerak menuju Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK). Di lokasi tersebut, massa sempat ditemui Bupati Puncak Elvis Tabuni.

Bupati berdialog dengan warga untuk membahas persoalan penyaluran dana desa.

"Namun, massa disebut tidak puas dengan hasil dialog. Massa kemudian melakukan pembakaran terhadap Kantor PMK," tuturnya.

Aksi kemudian meluas. Selain Kantor PMK, sejumlah kantor pemerintahan lainnya turut dibakar.

Kantor yang dilaporkan menjadi sasaran antara lain Kantor Bupati Puncak, Kantor DPRD, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, serta Kantor Keuangan.

Satu unit kendaraan roda empat yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga dilaporkan ikut dibakar.

Polisi kemudian dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Personel Polres Puncak mendapat bantuan dari personel Satgas Operasi Damai Cartenz.

"Untuk menghentikan aksi pembakaran, ada 40 personel yang dipimpin Kasat Sabhara bersama beberapa tokoh masyarakat diturunkan untuk memberikan imbauan kepada massa agar membubarkan diri," jelas Domingos.

Polisi dan tokoh masyarakat berupaya mengurai massa serta mencegah aksi pembakaran meluas.

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan penanganan situasi di lokasi. Polisi juga masih melakukan pendalaman terkait aksi pembakaran sejumlah fasilitas pemerintahan tersebut. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru