Dorong Digitalisasi
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Batak Center, Ir. Sintong M. Tampubolon, secara resmi membuka acara tersebut. Sintong menyoroti pentingnya merumuskan langkah konkret untuk menjaga kelestarian warisan leluhur Surat Batak serta kekayaan tutur bahasa Batak (Habatahon).
"Di tengah arus modernisasi dan teknologi digital, menurunkan minat generasi muda terhadap aksara lokal menjadi ancaman nyata. Jika tidak bertindak hari ini, anak cucu kita kelak mungkin hanya mengenal bahasa dan aksara Batak lewat buku sejarah di museum," tegas Sintong.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Batak Center merumuskan tiga langkah strategis. Pertama, digitalisasi aksara Batak agar dapat diakses dan digunakan secara luas pada media elektronik serta platform digital. Kedua, penguatan edukasi melalui muatan lokal di sekolah formal maupun kegiatan komunitas. Ketiga, kolaborasi multisektor antara pemerintah daerah, akademisi, dan kreator muda.
Pilar Identitas Kebudayaan
Sementara Ketua Umum Dewan Mangaraja (DM) Lokus Adat Budaya Batak (LABB), Dr. Pontas Sinaga, menyampaikan literasi, bahasa, dan aksara Batak merupakan pilar utama dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya.