Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 14 Mei 2026

China Izinkan Sejumlah Perusahaan di Pusat Wabah Corona Beroperasi Kembali

Redaksi - Kamis, 12 Maret 2020 20:30 WIB
292 view
China Izinkan Sejumlah Perusahaan di Pusat Wabah Corona Beroperasi Kembali
cnnindonesia.com
Ilustrasi Kota Wuhan
Beijing (SIB)
Pemerintah China, Rabu (11/3) mengumumkan bahwa perusahaan-perusahaan penting bisa beroperasi kembali di kota pusat wabah virus corona, Wuhan. Satu pertanda bahwa otoritas China yakin kota yang dikarantina itu mulai meraih kemenangan melawan wabah coronavirus. Keputusan tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Xi Jinping berkunjung ke Wuhan yang menjadi ibu kota provinsi Hubei tersebut. Ini merupakan kunjungan pertama Xi sejak Wuhan ditutup pada akhir Januari lalu dikarenakan wabah corona.

Jumlah harian kasus baru coronavirus telah turun dengan konstan di Wuhan dalam beberapa pekan terakhir, sementara semua kota lainnya di Hubei tidak melaporkan adanya kasus baru dalam beberapa hari ini. Hal ini mendorong Xi mengumumkan bahwa penyebaran virus "pada dasarnya telah diatasi" di provinsi tersebut.

Pemerintah provinsi Hubei menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/3), bisnis-bisnis di Wuhan yang terlibat dalam penyediaan kebutuhan sehari-hari, pencegahan dan pengendalian epidemi atau yang beroperasi dalam utilitas publik, termasuk di antara perusahaan-perusahaan yang bisa melanjutkan operasi dan produksi segera.

Perusahaan-perusahaan Wuhan yang merupakan kunci "rantai industri global" juga dapat bekerja kembali, setelah mendapat persetujuan. Perusahaan lain diharapkan untuk melanjutkan produksi hanya setelah 20 Maret. Pembuat mobil Jepang, Honda, mengatakan pada Rabu (11/3) bahwa beberapa stafnya telah mulai bekerja di pabriknya di Wuhan. Honda juga telah memulai produksi "sejumlah kecil kendaraan" sambil memeriksa peralatan produksinya mulai Rabu ini.

Aturan serupa berlaku untuk daerah di luar Wuhan yang dianggap berisiko tinggi, di mana perusahaan yang terlibat dalam pencegahan epidemi, utilitas publik, dan menyediakan kebutuhan adalah di antara perusahaan-perusahaan yang bisa kembali beroperasi. Di daerah yang dianggap berisiko sedang atau rendah, lebih banyak lagi perusahaan yang diizinkan untuk kembali bekerja. (AFP/detikcom/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru