Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 14 Mei 2026

100 Kontainer Durian Thailand Ditolak Masuk China karena Diwarnai

Redaksi - Minggu, 26 Januari 2025 18:47 WIB
138 view
100 Kontainer Durian Thailand Ditolak Masuk China karena Diwarnai
Khaosod English
Pertemuan dewan buah Thailand pada bulan Januari 2025 telah menyetujui langkah-langkah yang lebih ketat yang mewajibkan inspeksi 100 persen terhadap semua kontainer ekspor durian.
Beijing (harianSIB.com)

Sebanyak 100 kontainer berisi durian dari Thailand ditolak masuk ke China karena buah yang dibawa kedapatan mengandung pewarna kimia berbahaya.

Buah yang hendak dikirim ke "Negeri Tirai Bambu" itu pun telah dikembalikan ke "Negeri Gajah Putih".

Dikutip dari kompas.com, Jumat (24/1/2025), proses pengiriman durian tersebut terjadi sebelum tanggal 10 Januari 2025 untuk menyambut perayaan tahun baru Imlek 2025 di China. Namun, dalam pemeriksaan di China, durian dari Thailand itu ternyata terdeteksi mengandung pewarna Basic Yellow 2 (BY2).

Sebagaimana dilaporkan situs web berita Thailand Khaosod English pada Rabu (16/1/2025), pewarna tersebut telah diklasifikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai zat golongan level 2B.

Level 2B merupakan zat yang diklasifikasikan kemungkinan merupakan karsinogen penyebab kanker.

Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, Administrasi Umum Bea Cukai China (GACC) telah memberlakukan pengetatan impor durian dari Thailand dengan mengeluarkan sejumlah aturan per 10 Januari 2025. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ C

China mengharuskan semua pengiriman durian Thailand disertai dengan laporan pengujian yang mengonfirmasi tidak adanya kandungan BY2 dan kadmium.

Selain itu, GACC melakukan pemeriksaan pada sejumlah pintu masuk China melalui darat, laut, dan udara. Jika ditemukan adanya residu, maka impor akan segera dihentikan.

Selain Thailand, pemeriksaan ketat untuk BY2 dan kadmium pada durian dilakukan juga untuk impor dari Vietnam dan Malaysia.

China memutuskan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap durian-durian impor tersebut. Dengan ini, proses impor durian bisa jadi akan tertunda di pos masuk China dalam beberapa hari.

"China saat ini secara acak akan memeriksa lebih dari 50 persen pengiriman durian dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia, dengan proses yang memakan waktu hingga tujuh hari," bunyi keterangan GACC.

Protokol China mengatur pengetatan impor dalam tiga tahap: Pelanggaran Pertama: Peringatan dan pengembalian kiriman Pelanggaran Kedua: Peringatan lain dengan pengembalian kiriman Pelanggaran Ketiga: Penghancuran total kiriman dalam waktu tujuh hari.

Dilansir dari Mothership, Selasa (21/1/2025), durian yang ditolak oleh China, akhirnya dijual di pasar lokal Thailand. Durian tersebut dijual di pasar lokal dengan harga yang lebih rendah dibandingkan seharusnya.

Sebelumnya, durian Thailand dihargai sekitar 230-240 baht atau Rp 110.000-Rp 150.000 per kg. Namun, karena adanya pengembalian ekspor dari China, harga durian di Thailand mencapai titik terendah yakni 110-120 baht (sekitar Rp 52.500-Rp 57.500).

Saat ini, pihak berwenang Thailand telah melakukan tes kontaminasi untuk kontrol kualitas durian. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru