Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 10 Agustus 2026

Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Bulan Parsial

Redaksi - Senin, 10 Agustus 2026 09:46 WIB
195 view
Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Bulan Parsial
Foto: KOMPAS.COM/Serafica Gischa
Ilustrasi gerhana Matahari total.

Washington(harianSIB.com)

Bulan Agustus 2026 menghadirkan sejumlah fenomena langit menarik yang sayang untuk dilewatkan. Sepanjang bulan ini, masyarakat di berbagai belahan dunia akan disuguhi gerhana Matahari total, hujan meteor Perseid, Venus yang mencapai kondisi terbaik untuk diamati, hingga gerhana Bulan parsial.

Dikutip dari CNN Indonesia, salah satu fenomena paling dinantikan adalah gerhana Matahari total yang berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. Puncak gerhana terjadi pada pukul 17.46 UTC atau Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 00.46 WIB.

Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut. Seluruh rangkaian gerhana berlangsung ketika wilayah Indonesia berada di sisi Bumi yang tidak menghadap Matahari.

Gerhana Matahari total ini dapat diamati dari sejumlah wilayah, antara lain Eropa, Asia Utara, Afrika Utara dan Barat, serta sebagian besar Amerika Utara.

Baca Juga:
Tak lama setelah itu, langit akan kembali dihiasi hujan meteor Perseid yang mencapai puncaknya sekitar 12–13 Agustus.

Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi aliran debu dan puing-puing yang ditinggalkan oleh komet Swift-Tuttle.

Ketika partikel-partikel tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, gesekan dengan atmosfer menghasilkan kilatan cahaya yang tampak seperti garis-garis terang melesat di langit malam.

Selanjutnya, pada 15 Agustus, Venus mencapai kondisi terbaik untuk diamati. Planet yang dikenal sebagai Bintang Kejora tersebut akan tampak sangat terang di langit senja. Dari Bumi, Venus juga akan terlihat memiliki bentuk fase yang hampir setengah, menyerupai fase Bulan meski ukurannya tampak jauh lebih kecil.

Menutup rangkaian fenomena langit pada Agustus, gerhana Bulan parsial akan terjadi pada malam 27 hingga 28 Agustus, bergantung pada zona waktu pengamatan.

Fenomena ini terjadi ketika Bulan purnama bergerak melewati sebagian bayangan Bumi. Akibatnya, hanya sebagian permukaan Bulan yang masuk ke dalam bayangan umbra Bumi sehingga tampak seperti sebagian Bulan mengalami perubahan warna dan menjadi lebih gelap.

Beragam fenomena tersebut menjadi kesempatan menarik bagi para penggemar astronomi maupun masyarakat umum untuk menikmati keindahan langit malam.

Namun, waktu dan lokasi pengamatan perlu diperhatikan karena tidak seluruh fenomena dapat disaksikan dari Indonesia.

Dengan kondisi cuaca yang cerah dan lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya, sejumlah fenomena langit yang terlihat dari Indonesia dapat menjadi tontonan menarik sepanjang Agustus 2026. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jutaan Warga AS Saksikan Gerhana Matahari Setelah 100 Tahun
Tradisi Liwetan di Mojokerto, Lindungi Perempuan Hamil Saat Gerhana Matahari
Warga Simalungun Antusias Saksikan Gerhana Matahari
Ricky Harun Diberkahi Bayi Gerhana Matahari
Saksikan Gerhana Matahari, Warga Tarutung dan Sipoholon Lihat Matahari Berbentuk Sabit
Umat Muslim Gelar Sholat Gerhana Matahari di Mesjid Agung Medan
komentar
beritaTerbaru