Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 16 Juni 2026
Perayaan Jumat Agung di Siborongborong

Ribuan Masyarakat Saksikan Prosesi Jalan Salib Wafatnya Yesus Kristus

- Minggu, 16 April 2017 19:03 WIB
909 view
Ribuan Masyarakat Saksikan Prosesi Jalan Salib Wafatnya Yesus Kristus
SIB/Posma Simorangkir
PIKUL SALIB: Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan memikul Salib didampingi Wakil Ketua DPRD Taput Ir Reguel Simanjuntak ditengah kerumunan masyarakat dalam prosesi jalan Salib sebagai rangkaian perayaan Jumat Agung di Siborongborong, Jumat (14/5) yang
Siborongborong (SIB) -Perayaan Jumat Agung dilaksanakan masyarakat Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (14/4) ditandai dengan fragmen prosesi jalan Salib hingga wafatnya Yesus Kristus di Kayu Salib.

Ribuan masyarakat menyaksikan prosesi jalan salib yang melintasi sejumlah jalan protokoler di inti Kota Siborongborong dengan pusat perayaan dan kebaktian di Lapangan Mini Kantor Camat.

Sejumlah pejabat dan tokoh ikut memikul salib dalam pelaksanaan prosesi atara lain Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan, Sekdakab Edward Tampubolon SE, Wakil Ketua DPRD Taput Ir Reguel Simanjuntak sekaligus ketua pelaksana perayaan, ketua umum perayaan Marthin Oppusunggu.

Khotbah perayaan disampaikan Praeses HKBP Distrik Humbang Habinsaran Kacon Nababan yang dilanjutkan dengan perjamuan kudus. Beberapa tokoh nampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Taput Ny Satika Nikson Nababan boru Simamora, anggota DPRD Taput Frengky Simanjuntak, tokoh masyarakat Banjir Simanjuntak.

Bupati Nikson Nababan menyampaikan momentum perayaan Jumat Agung bukan hanya seremoni semata, tetapi harus dimaknai untuk semakin membesarkan iman Kristiani dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam berperilaku kepada sesama.

"Kematian Yesus Kristus di Kayu Salib jangan menjadi sia-sia, Kita memperingati wafatnya Yesus saat ini, hendaklah membawa makna untuk semakin menjadikan kita masing-masing menjadi garam dunia kepada sesama di tengah-tengah lingkungan," ucapnya.

Diharapkan, masyarakat Tapanuli Utara harus tetap mempertahankan bingkai persatuan, tidak boleh terpecah belah oleh berbagai perbedaan pandangan berdemokrasi, terutama dalam waktu dekat ini akan ada pesta demokrasi di daerah ini yang diawali dengan pemilihan kepala desa, pemilihan kepala daerah (bupati/wakil bupati) tahun 2018 dan pemilihan legislatif dan presiden tahun 2019.

"Boleh berbeda pilihan dan pandangan dalam berdemokrasi, tapi harus kita kedepankan kedewasaan dalam berpolitik. Pegang teguh persatuan dan kesatuan melalui 'Dalihan Natolu' yang merupakan warisan leluhur kita," ujarnya.

Sebelum acara kebaktian, berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memberi manfaat dalam perayaan seperti pengobatan gratis dan aksi donor darah yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. (BR7/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru