Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Pemuda GKPS Saribudolok Prihatin atas Penyegelan 3 Gereja di Jambi

* Doakan Korban Bencana di Palu dan Donggala
- Rabu, 03 Oktober 2018 18:03 WIB
303 view
Simalungun (SIB) -Ketua pemuda jemaat GKPS Saribudolok Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun Rikson Leonardo Saragih ST prihatin atas penyegelan tiga gereja di Jambi. Dia berharap, penyegelan itu segera diakhiri.

"Kita sangat prihatin. Oleh karenanya, diharapkan pihak Pemko Jambi dengan tokoh-tokoh agama membuat kesepakatakan untuk mengakhiri penyegelan gereja itu. Sebab, menjalankan ibadah adalah hak konstitusional warga yang dijamin UUD 1945," kata Rikson di Saribudolok.

Menurut dia, penyegelan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA), Gereja Methodist Indonesia (GMI) dan Huria Kristen Indonesia (HKI) di Jambi, hanya gara-gara administrasi perizinan merupakan kebijakan yang kurang tepat.

"Seharusnya bukan disegel, tapi diberi izinnya. Sebab, soal izin itu bukan faktor kesengajaan pihak gereja, tapi di luar kemampuan mereka yang seharusnya difasilitasi dan diselesaikan oleh aparat pemerintah setempat untuk mengeluarkan izin," ujarnya.

Untuk mempercepat penyelesaian persoalan itu, Rikson juga meminta kerja sama dari pemerintah pusat, supaya penyegelan itu segera dicabut, agar jemaat bisa kembali beribadah di gedung gereja itu.

Dalam kesempatan tersebut, pemuda GKPS Saribudolok itu mendoakan korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, agar diberi ketabahan dan kekuatan dari Tuhan dalam menghadapinya. (D06/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru