Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 10 Juni 2026

Warga Desa Bartong Sergai Keluhkan PKS PT RAS

Redaksi - Rabu, 13 Maret 2024 22:35 WIB
454 view
Warga Desa Bartong Sergai  Keluhkan PKS PT RAS
Foto: harianSIB.com/Rimpun H Sihombing
PKS PT RAS yang dikeluhkan warga Desa Bartong, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergai. Foto diambil, Rabu (13/3/2024). &
Sergai (harianSIB.com)
Warga Desa Bartong, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), mengeluhkan pabrik kelapa sawit (PKS) PT Rezeki Abadi Sambosar (RAS) yang berada di Nagori Sambosar Raya, Kecamatan Raya Kahaean, Kecamatan Simalungun.
Pasalnya, lokasi PKS yang pas berbatasan dengan Desa Bartong ini, membuat warga desa itu khususnya warga Dusun I dan 2 kerap menghirup aroma tidak sedap diduga berasal dari limbah pabrik tersebut.
Selain aroma tidak sedap, warga juga mengeluhkan suara bising yang ditimbulkan mesin pengolahan pabrik yang beroperasi selama 24 jam tersebut.
"Selain menghirup bau busuk, suara mesin sangat mengganggu waktu istirahat, apalagi pabrik itu beroperasi 24 jam. Begitu juga dengan truk mereka yang setiap hari hilir mudik. Kami, warga hanya bisa menghirup abu," ungkap Rizal (35), warga Dusun I Desa Bartong, Kecamatan Sipispis, Sergai, Rabu (13/3/2024).
Keluhan senada disampaikan Nuryani (52), warga setempat. Ia juga mengeluhkan bau tidak sedap yang sangat menyengat, serta suara bising yang ditimbulkan mesin pengolahan pabrik tersebut.
"Yang paling mengganggu baunya itu sangat menyengat. Apalagi saat hujan, akan semakin bau karena menguap. Nggak nyaman kali lah kami dengan bau itu," keluhnya.
Selain itu, warga juga khawatir limbah PT RAS dapat mencemari lingkungan, terutama air Sungai Bahbolon yang kini menjadi objek wisata andalan di Kabupaten Sergai.
Kekhawatiran itu diungkapkan Leo Nardo (28), seorang pemandu wisata arung jeram di aliran Sungai Bahbolon. Dalam sepekan terakhir, katanya, air Sungai Bahbolon beraroma bau diduga tercemar limbah.
"Air Sungai Bahbolon sering berbau seperti tercemar limbah. Sebelumnya air Sungai Bahbolon ini sangat bagus, kita khawatir air sungai ini tercemar limbah," ujarnya.
Terkait bau tidak sedap serta dugaan pencemaran limbah, PT RAS dengan tegas membantah. Jaramel Purba selaku Humas PT RAS kepada harianSIB.com menegaskan pihaknya punya komitmen dan tidak akan pernah membuang limbah pabrik ke aliran sungai.
Selama lebih kurang 6 bulan beroperasi, katanya, pihaknya telah menyiapkan 6 kolam pengolahan limbah. Bahkan hingga saat ini, masih ada kolam limbah yang masih belum terisi.
"Darimana ceritanya kami buang limbah ke aliran sungai. Kolam limbah kami aja masih ada yang kosong dan belum terisi," ujarnya sembari mengajak awak media untuk melihat langsung kolam pengolahan limbah PKS tersebut.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga telah mempersiapkan master plane pembuangan limbah pabrik. Apabila kolam limbah penuh, maka akan dialirkan ke areal kebun sawit milik perusahaan yang ada di sekitar pabrik tersebut.
"Itu sekarang sedang di gali. Kalaupun kolam limbah kita ini penuh semua, akan kita alirkan ke areal sawit itu. Tidak akan pernah kita buang limbah ke aliran sungai," tegasnya.
Jaramel juga membantah aroma tidak sedap yang dikeluhkan warga. Karena menurutnya, lokasi PKS jauh dari pemukiman warga.
"Kita punya komitmen saat awal membangun PKS ini. Dan komitmen itu kita jalankan sampai saat ini, di antaranya dengan memberdayakan warga sekitar. Ada sekitar 20 persen warga sekitar yang kita pekerjakan di pabrik ini. Dan sawit yang kita olah juga kita utamakan dari sawit warga sekitar," jelasnya. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru