Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 Juli 2026

DPN Tanam Pohon di Tapteng, Bupati Masinton Ajak Warga Rawat Lingkungan

Rosianna Anugerah Hutabarat - Selasa, 07 Juli 2026 15:30 WIB
166 view
DPN Tanam Pohon di Tapteng, Bupati Masinton Ajak Warga Rawat Lingkungan
Foto: harianSIB.com/Rosianna Anugerah Hutabarat
Deputi Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional Yayat Ruyat menanam pohon durian di areal perbukitan di Hutanabolon, Tapanuli Tengah, Senin (6/7/2026).

Tapteng(harianSIB.com)

Dewan Pertahanan Nasional (DPN) menyalurkan 5 ribu pohon hutan untuk Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan ketahanan wilayah pascabencana, Senin (6/7/2026).

Penyerahan sekaligus penanaman bibit pohon ini dilakukan Deputi Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional Yayat Ruyat bersama Wakil Bupati Mahmud Efendi, unsur Forkopimda, TNI, OPD Pemkab Tapteng, di Tukka, Tapteng.

Bantuan bibit tanaman ini nantinya akan disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng ke masyarakat.

Jenis pohon yang disalurkan merupakan jenis khas hutan lokal yang berfungsi memperkuat struktur tanah, menahan air, serta mendukung pemulihan areal perbukitan yang sempat rusak.

Baca Juga:
Tanaman yang dipilih tidak hanya kuat menahan erosi dan menjaga sumber air, tetapi juga pohon produktif.

"Jenis pohon aren, mangga, jengkol dan pete. Ini ada durian lho pak. InsyaAllah dirawat nanti sepuluh tahun lagi panen," kata Yayat saat menyerahkan bibit pohon ke warga, Senin, Sore.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu mengapresiasi perhatian dari Pemerintah Pusat memberikan bantuan 5 ribu pohon sebagai upaya rehabilitasi wilayah perbukitan khususnya di Tapanuli Tengah.

Ini merupakan alarm pengingat bagi Pemkab Tapteng serta masyarakatnya untuk menjaga dan merawat lingkungan dan alam sekitar apalagi 70 persen wilayah Tapanuli Tengah didominasi oleh topografi perbukitan.

Oleh karena itu, Masinton mengimbau agar warganya tidak lagi menanam sawit di areal perbukitan kecuali di daerah yang datar dan memiliki daya dukung lahan yang sesuai.

Tanaman yang tidak cocok dengan kondisi wilayah justru dapat memicu kerusakan tanah, longsor dan gangguan ketersediaan air bersih di masa depan.

"Kita tanam dengan tanaman pohon yang bukan sawit terutama lereng-lereng bukit seperti di Desa Sigiring-giring, S.Kalangan 2," ujarnya.

Harapannya, langkah ini bukan sekedar simbolik, tapi ini adalah bagian dari upaya penanaman pohon kembali untuk menghidupi masyarakat dan menjaga ekosistem di masa yang akan datang. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Instruksi Presiden RI, DPN Serahkan Bantuan Renovasi Gedung SDN Hutanabolon I
Advokat Gugat Perpanjangan Masa Jabatan Ketum DPN Peradi ke PN Medan
Sahabat Halomoan Sianturi Salurkan Sembako, Tegaskan Dukungan Jelang Pemilihan Ketum DPN PERADI
Jauli Manalu SH: Polisi Harus Tangkap Pelaku Pengrusakan Taman Hotel GM Panggabean Berastagi
146 Advokat Baru Resmi Diangkat DPN Peradi di Medan
Jalan Longsor di Badursa Simalungun Bertambah Parah
komentar
beritaTerbaru