Sementara itu, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Oliver Silalahi, mengatakan pekerjaan di lapangan tetap berjalan meski menghadapi sejumlah kendala.
Menurut Oliver, curah hujan yang tinggi memicu terjadinya longsor susulan sehingga volume pekerjaan harus ditambah. Panjang pembangunan tembok penahan tanah meningkat dari rencana awal 30 meter menjadi 39 meter, sedangkan pembangunan box culvert bertambah dari sembilan meter menjadi 21 meter.
Selain faktor cuaca, akses menuju lokasi yang terbatas juga menghambat distribusi material bangunan. Ketersediaan bahan di sekitar lokasi yang minim, ditambah area pekerjaan yang sempit serta tidak adanya jalur alternatif, turut memengaruhi kelancaran proses perbaikan.
"Akibat longsor susulan terjadi penambahan volume pekerjaan, waktu pelaksanaan kini diperpanjang dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan Agustus 2026," kata Oliver.
Pemkab Simalungun memastikan akan terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan dan mengerahkan berbagai upaya agar penanganan longsor dapat diselesaikan secepatnya sehingga akses masyarakat kembali normal dan aktivitas ekonomi warga dapat berjalan lancar.(**)