Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 Juli 2026

Pemkab Simalungun Komitmen Tuntaskan Penanganan Longsor Marubun Lokkung

Bambang J Sitanggang - Kamis, 09 Juli 2026 18:25 WIB
179 view
Pemkab Simalungun Komitmen Tuntaskan Penanganan Longsor Marubun Lokkung
Foto: Dok/BPBD
Para pekerja melaksanakan pembangunan konstruksi jalan penghubung antara Nagori Marubun Lokkung dengan Nagori Tinggi Raja, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, yang terdampak longsor.

Simalungun(harianSIB.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penanganan bencana longsor yang memutus akses jalan penghubung Nagori Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silou, dengan Nagori Tinggi Raja, Kecamatan Silou Kahean.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Mixnon Andreas Simamora di Pamatang Raya, Kamis (9/7/2026).

"Pemerintah Kabupaten Simalungun saat ini sedang terus melaksanakan pekerjaan penanganan di lokasi, meskipun masih terdapat kendala cuaca yang menghambat proses pengerjaan," ujar Mixnon.

Baca Juga:
Ia menjelaskan, ruas jalan yang terdampak longsor merupakan jalur vital bagi masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

"Jalur ini merupakan sarana vital bagi warga untuk beraktivitas dan menyalurkan hasil bumi. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya menuntaskan pembangunan dan perbaikan sampai benar-benar selesai dan aman digunakan," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Oliver Silalahi, mengatakan pekerjaan di lapangan tetap berjalan meski menghadapi sejumlah kendala.

Menurut Oliver, curah hujan yang tinggi memicu terjadinya longsor susulan sehingga volume pekerjaan harus ditambah. Panjang pembangunan tembok penahan tanah meningkat dari rencana awal 30 meter menjadi 39 meter, sedangkan pembangunan box culvert bertambah dari sembilan meter menjadi 21 meter.

Selain faktor cuaca, akses menuju lokasi yang terbatas juga menghambat distribusi material bangunan. Ketersediaan bahan di sekitar lokasi yang minim, ditambah area pekerjaan yang sempit serta tidak adanya jalur alternatif, turut memengaruhi kelancaran proses perbaikan.

"Akibat longsor susulan terjadi penambahan volume pekerjaan, waktu pelaksanaan kini diperpanjang dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan Agustus 2026," kata Oliver.

Pemkab Simalungun memastikan akan terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan dan mengerahkan berbagai upaya agar penanganan longsor dapat diselesaikan secepatnya sehingga akses masyarakat kembali normal dan aktivitas ekonomi warga dapat berjalan lancar.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jalinsum Parapat yang Longsor Mulai Ditangani
Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 Tingkat Kabupaten Simalungun Meriah
Jaga Marwah Minta APH Perketat Pengawasan Dana Desa di Pedalaman Simalungun
Indonesia Jadi Negara Ketiga Peluncuran Camalus, Bayer Bidik Produktivitas Petani Hortikultura
Warga: Pengembangan Wisata Danau Toba Harus Melibatkan Masyarakat Pesisir
Bupati Lepas Utusan Kwarcab Gerakan Pramuka Simalungun Ikuti Jamdasu
komentar
beritaTerbaru