"Kita tahu Tapanuli Tengah dengan garis pantai 200 kilometer, membutuhkan sumber daya manusia unggul yang memahami untuk dapat bisa mengembangkan potensi kelautan tadi," ujarnya.
Dalam kuliah umum yang diikuti sekitar 100 mahasiswa, Prof. Rokhmin Dahuri memaparkan pentingnya penerapan konsep ekonomi biru (blue economy) secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menurutnya, keberhasilan ekonomi biru ditopang oleh inovasi teknologi, dukungan kebijakan pemerintah, investasi infrastruktur, serta pemanfaatan hasil riset ilmiah guna menciptakan nilai tambah produk perikanan dan kelautan.
Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi wirausahawan di sektor kelautan dan perikanan dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal.
"Potensi laut yang melimpah, kalian harus mampu mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah tinggi, membuka lapangan pekerjaan baru, atau bisa membuka tambak udang, lobster, yang tergarap maksimal," kata Rokhmin kepada mahasiswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, dan diakhiri dengan sesi kuis interaktif yang dipandu moderator Husnul Yaqin Harahap.(**)