Tapteng(harianSIB.com)
Anggota Komisi IV DPR RI, Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MSi, memberikan kuliah umum (Studium General Positioning) kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli di Kampus STPK Matauli, Jalan Ki Hajar Dewantara No. 1, Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga:

Anggota Komisi IV DPR RI Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MSi menyampaikan materi tentang ekonomi biru kepada mahasiswa STPK Matauli di Aula Kampus STPK Matauli, Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (9/7/2026). (Foto: harianSIB.com/Rosianna Anugerah Hutabarat)
Sebelum memberikan materi, Prof. Rokhmin Dahuri menerima penyambutan adat Batak berupa pemberian ulos sebagai tanda penghormatan. Dewan Pengawas STPK Matauli, Fitri Krisnawati Tanjung, didampingi Ketua STPK Matauli, Dr. Ir. Eddiwan, kemudian mengajak mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut meninjau sejumlah fasilitas kampus.
Rombongan mengunjungi laboratorium perikanan, ruang budidaya air tawar dan laut, serta pusat kajian kelautan yang sedang dikembangkan.
Fitri Krisnawati Tanjung menjelaskan berbagai potensi, sarana pendukung, dan program unggulan STPK Matauli. Ia berharap kehadiran Prof. Rokhmin Dahuri dapat memberikan arahan strategis bagi pengembangan kampus sekaligus mendukung kemajuan sektor kelautan dan perikanan di Tapanuli Tengah.
"Kita tahu Tapanuli Tengah dengan garis pantai 200 kilometer, membutuhkan sumber daya manusia unggul yang memahami untuk dapat bisa mengembangkan potensi kelautan tadi," ujarnya.
Dalam kuliah umum yang diikuti sekitar 100 mahasiswa, Prof. Rokhmin Dahuri memaparkan pentingnya penerapan konsep ekonomi biru (blue economy) secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menurutnya, keberhasilan ekonomi biru ditopang oleh inovasi teknologi, dukungan kebijakan pemerintah, investasi infrastruktur, serta pemanfaatan hasil riset ilmiah guna menciptakan nilai tambah produk perikanan dan kelautan.
Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi wirausahawan di sektor kelautan dan perikanan dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal.
"Potensi laut yang melimpah, kalian harus mampu mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah tinggi, membuka lapangan pekerjaan baru, atau bisa membuka tambak udang, lobster, yang tergarap maksimal," kata Rokhmin kepada mahasiswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, dan diakhiri dengan sesi kuis interaktif yang dipandu moderator Husnul Yaqin Harahap.(**)