Selanjutnya AKBP Rina juga menekankan pentingnya membangun rasa kekeluargaan, kebersamaan dan soliditas di antara seluruh personel. Menurutnya, kekeluargaan dalam institusi kepolisian harus tetap berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan. "Kekeluargaan bukan berarti mengabaikan aturan, tetapi bagaimana kita dapat saling membantu, mengingatkan dan memberikan solusi ketika ada permasalahan," tegasnya.
Khusus kepada Kasat Resnarkoba yang baru, Kapolres memberikan penekanan terkait upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Samosir. Ia menyebutkan, Samosir bukan merupakan wilayah produsen narkotika sehingga barang terlarang tersebut pada umumnya berasal dari luar wilayah. Namun kondisi itu, tidak boleh menjadi alasan bagi aparat untuk lengah.
"Dalam hal tersebut justru perlu dilakukan pengawasan dan penindakan secara maksimal terhadap setiap jaringan yang membawa dan mengedarkan narkotika ke wilayah Samosir," katanya.
Kapolres bahkan menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap personel Polri yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. "Jangan sekali-kali bermain-main dengan narkoba, baik sebagai pengguna, pengedar maupun terlibat dalam jaringan peredarannya. Hal ini berlaku bagi seluruh personel, baik Bintara maupun Perwira. Tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat narkotika," tegas AKBP Rina.
Ia meminta Kasat Resnarkoba menjalankan tugas dengan penuh integritas dan jangan sampai terjadi kondisi di mana anggota kepolisian yang seharusnya memberantas narkotika justru terlibat dalam jaringan peredarannya. "Jangan sampai kita yang seharusnya memberantas narkotika justru terlibat di dalamnya," tegasnya.
Selain persoalan narkotika, Kapolres juga meminta pejabat baru menunjukkan kinerja nyata melalui pelaksanaan tugas yang terukur, profesional dan bertanggung jawab.