" Transformasi sekolah Kristen harus mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan karakter peserta didik, serta tuntutan peningkatan mutu pendidikan tanpa kehilangan identitas, nilai-nilai kristiani, dan panggilan pelayanannya, " ujarnya.
Menurutnya, transformasi tersebut diharapkan diwujudkan melalui penguatan iman dan karakter, peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, tata kelola sekolah yang semakin baik dan pemanfaatan teknologi secara bijaksana. Kolaborasi pemerintah, gereja, yayasan, sekolah, orang tua, dan masyarakat juga menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
Rangkaian Rakernas V MPK meliputi evaluasi program kerja tahun 2026, pembahasan arah kebijakan dan program kerja tahun 2027, penguatan kelembagaan, serta kegiatan spiritualitas dan wisata religi untuk mengenalkan sejarah, budaya, dan potensi kawasan Danau Toba kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Rakernas V MPK di Tapanuli Utara, diharapkan lahir berbagai keputusan strategis dan langkah nyata yang dapat ditindaklanjuti oleh seluruh wilayah MPK dalam mendorong kemajuan pendidikan Kristen di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyambut baik pelaksanaan kegiatan nasional ini sebagai kesempatan memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan sekaligus memperkenalkan kekayaan alam, budaya, sejarah, serta nilai-nilai spiritual Bona Pasogit kepada para peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia. (*)
Baca Juga: