Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 16 Juni 2026

LDD JICA Tokyo International Center Gelontorkan 100 Juta USD untuk Siaga Tsunami di Nias

* 250 Murid SD Ikuti Simulasi Siaga Gempa
- Kamis, 02 Maret 2017 15:26 WIB
408 view
LDD JICA Tokyo International Center Gelontorkan 100 Juta USD untuk Siaga Tsunami di Nias
SIB/Nelly Hutabarat
SIMULASI GEMPA : Sekitar 250 murid SD Negeri 070978 Gunung Sitoli di Kompleks Angkatan Laut , mengangkat tasnya di kepala berhamburan keluar ruangan kelas. Hal itu bagian adegan simulasi siaga gempa di sekolah tersebut,Senin(27/2).
Gunung Sitoli (SIB)  -Sebanyak 250 murid SD Negeri 070978 Gunung Sitoli di Kompleks Angkatan Laut, mengikuti simulasi siaga gempa di sekolah tersebut, Senin (27/2). Kegiatan itu menampilkan Tarian  Maena dengan menciptakan syair  apa yang harus dilakukan jika gempa agar tidak panik.

Leader Division Director JICA Tokyo Internatonal Center Masahiro Yoshikawa, Senin (27/2) mengatakan proyek tanggap darurat gempa tersebut didanai JICA di 12 SDN di seluruh Nias yang menghabiskan dana  100 juta dolar AS selama tiga tahun mulai Agustus 2016 hingga November 2018.

"Selain untuk kegiatan, dananya juga untuk  buku tambahan komunitas lokal tanggap darurat bencana," katanya.

Di Nias, katanya, buku tanggap darurat bencana tersebut akan masuk perencanaan anggaran dengan dimasukkan ke bahan ajaran muatan lokal SD.

Daiki Yokoyama, Konsul Muda Jepang di Medan yang mendampingi Masahiro  mengatakan, sejak dini anak-anak sudah harus paham apa yang dilakukan seandainya terjadi bencana seperti gempa disusul tsunami.

Menurut dia, ketika terjadi gempa dan tsunami di Aceh, ternyata masyarakat Simeulue selamat dari bencana, hanya sekira 7 orang yang korban tewas. Mereka selamat karena sudah menjadi budaya dari mulut ke mulut kalau ada gempa, liat langsung air laut. Jika menyusut maka berpotensi tsunami.

Meski begitu, menyusut atau tidak menyusutnya air laut, setelah gempa mereka langsung berlari menyelamatkan diri ke gunung-gunung. Akhirnya banyak yang selamat.

Ia mengatakan, kepedulian Jepang memberikan pengenalan dini tanggap darurat bencana karena kondisi Nias hampir sama dengan Jepang yang selalu dilanda gempa berpotensi tsunami.

Disebutnya, di Nias,  dari Januari-Desember 2016 terjadi gempa 395 kali atau rata-rata 33 kali tiap bulan. Dirasakan 26 kali di bulan Januari,  16 kali pada Februari.  Frekuensi gempa terbanyak  April 2012 sebanyak 70 kali. Tercatat gempa paling tinggi 6,6 SR.

Sebelumnya, 250 murid SD Negeri 070978 mengikuti simulasi siaga gempa di sekolahnya  disaksikan utusan dari Pemerintah Jepang.

Diawali dari ruang kelas masing-masing, mereka mendengar aba-aba.Begitu dimunculkan sirene mereka berhamburan keluar sekolah sambil meletakkan tas di kepala masing-masing. Ada yang "pingsan", luka-luka dan mendapat perawatan dari tenaga perawat.

Four May Zebua salah seorang siswa SD itu mengaku gembira diberi bekal siaga tsunami.

Yuniman Giawa, ibu 3 anak yang mendapat pendidikan di SD itu juga gembira sudah dibekali ilmu siaga tsunami. "Meskipun sudah dibekali mudah-mudahan tsunami tak terjadi lagi di Nias, pintanya.(A2/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru