Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Panitia Natal Oikumene Sumut, YSKI dan PWI Gelar Baksos Bersama di Yapentra

* RE Nainggolan: Kaum Difabel Mulai Dilirik Negara
- Jumat, 19 Januari 2018 14:58 WIB
242 view
Panitia Natal Oikumene Sumut, YSKI dan PWI Gelar Baksos Bersama di Yapentra
Tanjung Morawa (SIB) -Penasehat Panitia Natal Oikumene Sumut DR RE Nainggolan mengatakan, kaum difabel harus sudah diperhitungkan negara, karena banyak yang memiliki kelebihan dalam beraktivitas dan banyak yang lebih hebat dari orang normal. Di dalam bekerja, kaum difabel sering menunjukkan kelebihan dan hasil karyanya sangat mengagumkan.

"Mereka banyak yang unggul dalam kreasi, kemampuan yang dibarengi semangat pantang menyerah mengasilkan karya cemerlang. Negara sudah mulai melirik kaum difabel, mereka harus diperhitungkan dalam membantu tugas-tugas pemerintahan," kata RE Nainggolan pada Bakti Sosial Bersama Panitia Natal Oikumene Sumut 2017, YSKI dan PWI Sumut, Rabu (17/1) di Yayasan Pendidikan Tunanetra (Yapentra) Tanjungmorawa.

Dia mengajak anak-anak panti asuhan Yapentra mendoakan YSKI agar lebih eksis lagi sehingga ke depan bisa lebih memerhatikan anak-anak difabel.

Drg Annita selaku pimpinan YSKI mengajak anak-anak Yapentra terus bersemangat dalam belajar dan berkarya. YSKI lanjutnya pernah membina seorang anak difabel bernama Josua. "Prestasinya gemilang sampai-sampai meraih juara III Olimpiade, YSKI membina dia sampai berprestasi," kata Drg Annita.

Turut hadir Wakil Ketua Panitia Natal Oikumene Jadi Pane SPd dan Adol Manalu mewakili PWI Sumut. Panitia Natal diterima Kabag Umum Yapentra Hulman Hutasoit dan Kabag Keuangan Yesa Purba SE. Hulman Hutasoit menjelaskan, saat ini Yapentra mendidik 73 orang anak dari tingkat pendidikan sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Mereka ada yang bersekolah di SMP Negeri 2 Lubukpakam, SMA Negeri 2 Lubukpakam, SMP Serang Marike dan ada yang sekolah di Yapentra.

Sedangkan yang di perguruan tinggi negeri ada 7 orang, 4 orang di USU. Kemudian ada 1 orang di Universitas Negeri Padang jurusan pendidikan luar biasa, 1 orang di Universitas Pendidikan Bandung jurusan Etnomusikologi dan seorang lagi di Universitas Samratulangi, Manado jurusan pendidikan luar biasa.

"Bagi yang kuliah, kami dari Yapentra hanya menanggung uang kuliah mereka, untuk keperluan lain mereka mencari sendiri," kata Hulman.

Baksos yang dilaksanakan Panitia Natal Oikumene Sumut itu berupa pangkas gratis kepada seluruh anak-anak panti asuhan. Kemudian ada pemeriksaan gula darah, juga pemberian bingkisan berupa bahan pangan seperti beras, telur, roti kering dan kebutuhan mandi untuk anak-anak panti. (A10/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru