Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

Mahasiswa Nilai Hari Pahlawan Momentum Menggali Semangat Persatuan dan Kesatuan

* Maraknya Berita Hoaks Tantangan Bersama Kaum Milenial
- Sabtu, 10 November 2018 17:04 WIB
552 view
Mahasiswa Nilai Hari Pahlawan Momentum Menggali Semangat Persatuan dan Kesatuan
Ketua GMNI Maman Silaban
Medan (SIB) -Peringatan Hari Pahlawan yang akan diperingati secara nasional pada 10 November harus dijadikan sebagai pemberian penghargaan atas jasa dan perjuangan para pahlawan serta sebagai refleksi untuk meneladani semangat juang serta kebersamaan dalam berbagai perbedaan. Hal itu disampaikan aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung yang diwawancarai secara terpisah, Kamis (8/11) di Medan.

Momentum peringatan Hari Pahlawan dan upaya memperkuat persatuan itu akan dikolaborasikan melalui kegiatan Jambore Kebangsaan dan Kepemudaan, Sabtu (10/11) di Lapangan Cadika Medan.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maman Silaban SAgr mengatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan harus dijadikan sebagai momen untuk kembali merefleksikan jasa para pejuang bangsa. Mereka berasal dari berbagai kelompok suku, ras dan agama tapi bisa bergotong royong dan berjuang menjaga Indonesia dengan satu tekad, merdeka!!!.

Hal yang tidak jauh berbeda disampaikan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ali Rahman Sihombing bahwa mahasiswa meneladani rasa persatuan dan kesatuan para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan. Tekad perjuangan itu masih sangat relevan digunakan untuk menghadapi tantangan bangsa jaman milenial saat ini berita-berita hoax merebak di tengah-tengah bangsa yang berpotensi mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa.

Momentum Hari Pahlawan ini saatnya untuk terus menggaungkan bahwa persatuan dan kesatuan solusi untuk mengatasi persoalan perpecahan bangsa.

Sementara itu, Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Medan Hendra Leonardo Manurung berpendapat bahwa seyogyanya spirit patriotisme para pahlawan menginspirasi seluruh komponen bangsa dalam menjalani kehidupan yang pluralis ini, terlebih dalam perhelatan kontestasi politik 2019. Bahwa politik bukanlah hanya bicara soal kekuasaan saja, jauh lebih mulia dari itu, suatu etika untuk melayani segenap bangsa dan negara, menuju Indonesia yang adil dan sejahtera.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan Amrin Simbolon mengatakan bahwa fenomena persoalan bangsa harus disikapi seluruh rakyat Indonesia khususnya Anggota PMKRI Cabang Medan dengan berperan aktif dalam menangkal penyebaran informasi sesat yang dapat mengancam keutuhan NKRI kita. Sebagai Mahasiswa yang tentunya dibekali dengan kecerdasan intelektual dan kedewasaan dalam berpikir, sudah sepatutnya kita menempatkan diri kita sebagai bagian kelompok masyarakat yang menjadi filterisasi utama untuk menyelamatkan masyarakat kita dari berbagai informasi hoax.

Proses filterisasi itu dapat kita mulai dengan aktif mengampanyekan gerakan anti-hoax di media sosial dalam berbagai kegiatan kampus. Dengan banyaknya jumlah mahasiswa yang merupakan representatif dari pemuda intelektual yang menimba pendidikan di kancah nasional maupun internasional serta keberadaan lembaga kemahasiswaan memiliki potensi besar dalam menanamkan penggunaan internet secara sehat kepada masyarakat. Bentuk kampanye tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari pelaksanaan diskusi maupun seminar yang mengangkat topik tentang hoax, sosialisasi tentang etika yang harus diperhatikan saat menggunakan internet, pembuatan video dokumenter, serta melaksanakan lomba kreatif sebagai langkah persuasif memunculkan kepedulian tentang maraknya isu hoax ini. Hal tersebut merupakan sebuah gerakan kecil yang dampaknya sangat besar bagi kehidupan bangsa dan negara. Jika mahasiswa dapat melakukan itu, maka kesatuan dan persatuan bangsa dapat dijaga dengan utuh dan kehidupan sebagai generasi penerus bangsa dapat bermanfaat bagi negara dan inilah salah satu langkah kecil untuk menjadi Pahlawan Zaman Now.

Dari tanggapan aktivis mahasiswa itu terlihat bahwa Jambore Kebangsaan dan Kepemudaan yang digelar merupakan bagian dari ikhtiar kebersamaan seluruh mahasiswa dengan ragam suku dan agama, dalam menyatukan tekad bahwa persatuan dan kesatuan serta saling menjunjung satu dengan yang lain adalah tujuan bersama. 

Jambore Kebangsaan dan Kepemudaan itu penting bagi mahasiswa sebagai proses reflektif mahasiswa sebagai anak bangsa. Kehadiran para pahlawan pada masanya membutuhkan sosok pahlawan yang patriotis sekaligus progresif di masa sekarang.

Maka momentum Hari Pahlawan dengan kegiatan Jambore Kebangsaan dan Kepemudan akan kami jadikan sebagai momentum untuk menggali nilai-nilai kepahlawanan tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan.

Menurut mereka, bangsa ini sangat majemuk yang disusun karena kebersamaan seluruh elemen bangsa. Maka harus terus digelorakan, ujar mereka seraya menyerukan kata, Merdeka!!!. (A07/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru