Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Ratusan Umat Hindu di Medan Gelar Persembahyangan Jelang Nyepi

Horas Pasaribu - Kamis, 19 Maret 2026 09:28 WIB
557 view
Ratusan Umat Hindu di Medan Gelar Persembahyangan Jelang Nyepi
Foto SIB/ Horas Pasaribu
Umat Hindu Bali sedang melaksanakan sembahyang menjelang Tahun Baru Nyepi, Rabu (18/3/2026) di Pura Agung Raksa Bhuana Jalan Polonia Medan.

Medan (harianSIB.com)

Ratusan umat Hindu Bali di Kota Medan dan sekitarnya melaksanakan persembahyangan di Pura Agung Raksa Bhuana, Jalan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Rabu (18/3/2026) malam, menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Persembahyangan dimulai sejak sore hari dan berlanjut hingga malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Nyepi, termasuk pawai ogoh-ogoh yang melambangkan sifat buruk manusia dan dimaknai sebagai simbol penyucian diri dari unsur negatif.

Ketua masyarakat Bali Sumatera Utara, I Wayan Dirgayasa, mengatakan salah satu rangkaian penting menjelang Nyepi adalah upacara Mecaru atau penyucian alam semesta.

"Mecaru adalah wujud tanggung jawab manusia untuk merawat alam semesta yang diibaratkan sebagai raga Tuhan, sekaligus mengubah energi negatif menjadi positif," ujarnya.

Baca Juga:
Ia menjelaskan, persiapan Nyepi telah dilakukan sejak beberapa pekan sebelumnya, termasuk rangkaian Melasti. Namun di Medan, pelaksanaannya dilakukan di pura karena keterbatasan.

Sementara itu, Letkol CPL Nyoman Suranto menjelaskan pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian selama 24 jam.

"Pertama Amati Geni, tidak menyalakan api atau lampu, termasuk berpuasa. Kedua Amati Karya, tidak bekerja. Ketiga Amati Lelungan, tidak bepergian. Keempat Amati Lelanguan, tidak mencari hiburan, tetapi fokus introspeksi diri," jelasnya.

Ia menambahkan, makna Amati Geni juga mencakup pengendalian diri, seperti meredam amarah dalam kehidupan sehari-hari.

Disinggung perayaan Nyepi yang bertepatan dengan bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, I Wayan Dirgayasa menegaskan pentingnya toleransi antarumat beragama.

"Kami sangat memahami kondisi tersebut. Umat Islam melaksanakan tarawih, sementara kami menjalankan Nyepi. Itu tidak menjadi masalah," katanya.

Hal senada disampaikan Nyoman Suranto yang menekankan pentingnya menyesuaikan diri dengan lingkungan.

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Umat Hindu di Sumatera Utara mengikuti adat istiadat setempat dan tidak memaksakan," ujarnya.

Perayaan Nyepi di Medan berlangsung dengan khidmat, mencerminkan kerukunan antarumat beragama di Sumatera Utara.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polrestabes Medan Bekuk Pemilik 1 Paket Sabu di Kawasan Medan Polonia
PAC Partai Gerindra Medan Polonia Gelar Doa untuk Caleg
Mendagri: Camat Medan Polonia Tidak Memahami Persyaratan
Puncak Safari Ramadan Pemkab Dairi, Wabup Ajak Warga Tingkatkan Toleransi Beragama
Jaga Keutuhan NKRI dan Toleransi Beragama
Warga Medan Polonia Tolak Revitalisasi Pertokoan di Muaratakus
komentar
beritaTerbaru