Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Massa Liga Mahasiswa Nasional "Murka" Gelar Aksi Bakar Ban Bekas di Depan DPRD Sumut

Firdaus Peranginangin - Kamis, 07 Mei 2026 18:38 WIB
325 view
Massa Liga Mahasiswa Nasional "Murka" Gelar Aksi Bakar Ban Bekas di Depan DPRD Sumut
Foto harianSIB.com/Firdaus
Bakar Ban: Belasan massa yang menamakan dirinya Liga LMNDE Sumut "murka" dengan melakukan pembakaran ban bekas di depan Gedung DPRD Sumut, Kamis (7/5/2026) sebagai sikap protes terhadap ketidakadilan pendidikan di Sumut.

Medan(harianSIB.com)

Belasan massa yang menamakan dirinya Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Eksekutif (LMNDE) Sumut "murka" dengan melakukan pembakaran ban bekas di depan Gedung DPRD Sumut, Kamis (7/5/2026) sebagai sikap protes terhadap ketidakadilan pendidikan di Sumut.

Selain membakar ban bekas, massa pengunjuk rasa juga menggoyang-goyang pintu gerbang utama gedung dewan, seraya memanggil-mangggil Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus untuk menerima aspirasi mereka.

Dalam aksinya, massa menyuarakan tuntutan agar DPRD Sumut dan Pemprov Sumut segera melakukan pemerataan akses pendidikan dan menghapus keberadaan komite sekolah yang dianggap membebani masyarakat.

Koordinator aksi, Risky Fauzy Hasibuan bersama Rahmatun Bangun Situmorang, menegaskan pendidikan seharusnya menjadi hak seluruh rakyat tanpa diskriminasi, termasuk bagi masyarakat di daerah terpencil.

Baca Juga:
"Tapi faktanya, masih banyak pelajar di Sumut, khususnya di Kabupaten Deliserdang, yang tertinggal dan belum mendapatkan akses pendidikan yang layak. Ini bukti ketidakadilan pendidikan masih nyata," teriak massa dalam orasinya.

Selain menyoroti minimnya kualitas pendidikan di daerah terpencil, massa juga mengecam tingginya biaya pendidikan yang disebut semakin memberatkan masyarakat kurang mampu.

Dengan mengusung berbagai poster dan spanduk yang intinya bernada kritik terhadap kebijakan pendidikan yang dibentangkan di pintu utama gedung DPRD Sumut, pengunjuk rasa menuntut agar diberikan pendidikan murah kepada masyarakat, agar daerah ini terbebas dari kebodohan.

Aksi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei itu sempat memanas, karena ada sebagian yang ingin menerobos masuk ke dalam gedung dewan, dengan memanjat dan menggoyang-goyang pintu gerbang gedung dewan.

"Kami ingin bertemu dengan ketua dewan untuk menyampaikan aspirasi kami," teriak pengunjuk rasa sembari membakar ban bekas dan menggoyang pagar besi gedung dewan, sebagai simbol kekecewaan terhadap kebijakan pendidikan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Selain menyoroti minimnya kualitas pendidikan di daerah terpencil, massa juga mengecam tingginya biaya pendidikan yang disebut semakin memberatkan masyarakat kurang mampu.

Melihat "kemurkaan" massa pengunjuk rasa ini, aparat kepolisian yang sudah berjaga-jaga sejak siang di gedung dewan, tetap siaga seraya memperhatikan aksi secara seksama, guna mengantisipasi jangan sampai massa masuk ke dalam gedung dewan.(*).

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ratusan Pengunjukrasa Datangi KPU Sumut, Tolak Hasil Pemilu 2024
Pj Gubernur Sumut Hassanudin Janji Akomodir Kontraktor Lokal
KTT APEC di Bangkok Ricuh
Puluhan Ribu Pengunjukrasa Demo di Paris Tentang Kenaikan Biaya Hidup
Gemapsi Segel Gedung DPRD Simalungun
Kantor DPRD Pematangsiantar Dilempari Telur Busuk
komentar
beritaTerbaru