Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 14 Mei 2026

Tanoto Foundation Dorong Peningkatan Literasi dan Numerasi di Sumut

Eva Rina Pelawi - Kamis, 14 Mei 2026 20:11 WIB
124 view
Tanoto Foundation Dorong Peningkatan Literasi dan Numerasi di Sumut
Foto : Dok/EP
Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva memberi penjelasan tentang kondisi literasi dan numerasi masyarakat Sumut dan peran Tanoto Foundation dalam dialog publik di Medan, Kamis (7/5/2026).

Medan(harianSIB.com)

Dalam upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap literasi dan numerasi, Tanoto Foundation menggelar "Dialog Publik Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumatera Utara" secara terbuka di Batanghari Kopi, Mrdan, Kamis (7/5/2026).

Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, mengatakan literasi dan numerasi merupakan fondasi penting dalam pendidikan. Melalui kolaborasi multipihak dan partisipasi bersama, diharapkan tidak ada anak yang tertinggal dalam menguasai keterampilan dasar untuk masa depan mereka.

Ia menjelaskan, meskipun akses pendidikan semakin luas, tantangan dalam memastikan siswa menguasai kemampuan literasi dan numerasi masih cukup besar. Tanpa keterampilan dasar tersebut, siswa akan kesulitan memahami ilmu yang lebih kompleks.

Medi menyebutkan, berdasarkan refleksi Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, skor Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD. Hanya sekitar 25 persen siswa yang mencapai rata-rata skor literasi membaca, sementara untuk matematika hanya 18 persen siswa yang mencapai standar rata-rata.

Baca Juga:
Karena itu, diperlukan langkah nyata sejak kelas awal untuk membangun fondasi logika dan pemahaman yang kuat. Salah satu solusi yang dilakukan adalah membangun kolaborasi multipihak dan partisipasi semesta. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi menggandeng Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF dalam percepatan literasi dan numerasi nasional. Program tersebut turut melibatkan Kota Medan dan Pematangsiantar.

Dikatakan, hingga 2029, program ini menargetkan pendampingan terhadap 500 sekolah dasar negeri di seluruh Indonesia, melatih 1.500 guru kelas awal dan kepala sekolah, serta memberikan manfaat langsung kepada sedikitnya 45.000 siswa.

Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga pilar utama strategi peningkatan literasi dan numerasi sebagaimana amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni pembangunan kompetensi dan pedagogi, menumbuhkan kebiasaan membaca, serta pendekatan numerasi berbasis logika.

Pembangunan kompetensi dilakukan melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan usia siswa dan metode pedagogi terstruktur agar siswa benar-benar memahami materi, bukan sekadar menghafal. Selain itu, kompetensi membaca juga harus berjalan seiring dengan meningkatnya minat baca siswa.

Sementara pada numerasi, pendekatan yang diterapkan berfokus pada pembangunan nalar dan logika sejak dini, bukan hanya kemampuan hitung-hitungan teknis.

Di lapangan, guru dinilai menjadi kunci utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Penguatan praktik pembelajaran di kelas dan dukungan melalui asesmen bermakna dinilai sebagai cara efektif untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.

Program ini juga menerapkan asesmen diagnostik untuk memetakan kebutuhan unik setiap siswa sehingga strategi pembelajaran dapat lebih tepat sasaran. Selain itu, penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Dalam visi jangka panjang, program tersebut menargetkan dalam tiga tahun ke depan tidak ada lagi siswa di jenjang kelas tinggi yang belum mampu membaca maupun berhitung. Program ini juga selaras dengan agenda nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan transformasi pendidikan menuju Generasi Emas 2045.

Tanoto Foundation sendiri terus berkomitmen mengembangkan para pemimpin yang mampu mendorong hasil positif dan berkelanjutan di bidang pendidikan.

Turut menjadi narasumber dalam kegiatan itu, Junaedi Antonius Sitanggang, SSTP, MSi (Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar) dan Dr. Asrif, M.Hum (Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara) diikuti puluhan komunitas literasi dari berbagai daerah di Sumut seperti Medan, Binjai, Langkat, Pakpak Bharat dan Labuhanbatu (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
GMKI Toba Bedah Buku Biografi Marie Claire Barth-Frommel, Dorong Literasi dan Iman Mahasiswa
OJK Dorong Literasi Keuangan Lewat Pendidikan Formal Webinar Internasional GMW 2026
Sequis Life Resmikan Sequis Center Medan, Perkuat Layanan Nasabah di Sumatra Utara
Kemendikdasmen, Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF Kolaborasi Tingkatkan Literasi dan Numerasi
APMI–BPDP Gelar Analisis Sentimen Sawit, Generasi Muda Didorong Bangun Narasi Positif di Media Digital
Sequis Life Gelar Customer Gathering di Medan dan Batam Perkuat Hubungan Nasabah
komentar
beritaTerbaru