Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026

Mantan Kadisdik Langkat Beberkan Dugaan Ancaman hingga Salah Kirim Rp1 Miliar di Sidang Smartboard

Rido Sitompul - Selasa, 04 Agustus 2026 19:07 WIB
135 view
Mantan Kadisdik Langkat Beberkan Dugaan Ancaman hingga Salah Kirim Rp1 Miliar di Sidang Smartboard
Foto Dok/Ist
Saiful Abdi saat memberikan kesaksian dalam sidang perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard Dinas Pendidikan Langkat di Pengadilan Tipikor Medan.

"Yang dibutuhkan sekolah saat itu renovasi gedung dan pengadaan meubel. Bukan Smartboard. Itu perintah Pak Pj Bupati," katanya.

Menurut Saiful, seluruh program yang telah direncanakan dalam RAPBD 2024 diminta dibatalkan dan dialihkan untuk pengadaan Smartboard. Ia bersama sejumlah pejabat, termasuk perwakilan Komisi B DPRD Langkat, bahkan diminta melakukan studi banding ke Kabupaten Serdangbedagai karena daerah tersebut telah lebih dahulu melaksanakan program serupa saat Faisal Hasrimy menjabat Sekretaris Daerah.

Saiful mengaku sejak awal menolak pengadaan Smartboard. Namun, menurut keterangannya, ia diyakinkan bahwa pengadaan melalui e-katalog tidak akan menimbulkan persoalan hukum.

Dalam persidangan, Saiful juga mengaku sempat menghindari penandatanganan Surat Perintah Membayar (SPM) pada 14 dan 15 Oktober 2024. Ia mengatakan mematikan telepon seluler dan menghindari panggilan setelah diminta menandatangani dokumen pencairan.

"Biasanya yang menandatangani cukup PPK. Saya mempertanyakan kenapa harus saya," ujarnya.

Menurut Saiful, ia akhirnya menandatangani SPM sekitar pukul 02.00 WIB karena merasa mendapat tekanan.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru