Medan(harianSIB.com)
Sukses dalam In Realease volume 1 yang diselenggarkan pada, Sabtu (25/7), Yogi Yuwasta melanjutkan iven bagi band indie di Sumatera untuk menunjukkan kualitas karya kreatifnya. "In Realease volume 2 tak semata menampilkan band tapi talent scot international Hansen Teo," tulis pria penggagas acara tersebut, Jumat (7/8). Lokasinya tetap sama: Serayu Coffee.
Hansen Teo emang punya nata batin dalam industri kreatif. Contohnya Peterpan. Pengelola rumah dagang ET45 itu yang mendorong produser di Jakarta untuk merekrut kelompok band yang awalnya digawangi Ariel Noah tersebut. Kemudian ST12 dan banyak lagi. "Kunci sukses itu pede pada karya kreatifnya. Jangan jadi epigon. Lahirkan karya unik. Tak meniru yang sudah ada. Pasti sukses," ujarnya.
Berpengalaman banyak, pada In Realease volume 2, Hansen Teo memberi ruang dan waktu pada pelaku industri kreatif untuk sharing. Mulai kuat-kiat hingga mendemokan karyanya. "Industri kreatif menanti karta orisinal," tegasnya.
Pada malam di volume 1, menampilkan 3 band asal Medan, Merahati, Flower Child dan Brutal Pop.Penampilan yang diselingi sesi live interview ini tampil sebagai pembeda dengan gigs lainnya.
Baca Juga:
Sebagai pembuka, Merahati yang tampil tanpa sang drummer tampil cukup maksimal dengan membawakan singel terbarunya bertitel "Melupakannmu". Band yang berformasikan, Arie (gitar), Maureen (bass), Emli (gitar), Fiqri (drum) dan Beby (vokal) ini juga membeberkan sejarah singkat awal terbentuknya Merahati pada 20 April 2020.
Setelah penampilan Merahati, dilanjutkan dengan live interview band Flower Child. Band pop rock yang diperkuat, Dilla (vokal), Rizki (bass), Raki (drum) dan Faisal (gitar) tampil rapih membawakan 2 singel karya mereka dengan salah satu singel yang baru saja dirilis bertitel "Menolak Ingatan". Band yang baru terbentuk pada pertengahan tahun 2026 ini, kini sedang proses penggarapan mini album (EP) perdana.
Editor
: Robert Banjarnahor