Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 01 September 2026

‎Ricuh Desil 9 Dan 10, Masyarakat Pertanyakan Sistim Pendataan BPS

‎Pakar Ekonom Gunawan, Jangan Sampai Warga Dirugikan
Indah Apriliana dewi Ginting - Senin, 31 Agustus 2026 15:12 WIB
470 view
‎Ricuh Desil 9 Dan 10, Masyarakat Pertanyakan Sistim Pendataan BPS
ChatGPT Ilustrasi desil 1-10 untuk mengetahui penerima bansos
Ilustrasi desil.

Sehingga dengan pendekatan seperti ini memiliki kelemahan utama dalam hal akurasi pengelompokan kesejahteraan sosial.

‎"Sebagai ilustrasi seorang supir mobil rental, yang kebetulan mengenyam pendidikan tinggi, memiliki rumah permanen warisan tentunya akan mudah dipersepsikan sebagai orang yang mapan. ‎Padahal jika ditelusuri lebih dalam kita bisa mendapatkan fakta yang bisa menepis anggapan awal tersebut. Seperti ternyata kerjanya tidak menentu, mobil lebih sering parkir dari pada mengangkut penumpang, pendapatan tidak sebanding (lebih rendah) dari pengeluaran kebutuhan dasar, terjerat hutang atau hal-hal lain yang membuat pengelompokan kesejahteraan memiliki kesalahan atau deviasi yang terlalu besar (eror)" papar Gunawan.

‎"Indikator proxy tadi melakukan pendekatan yang homogen. Misal masyarakat yang berada di komplek perumahan mewah, diasumsikan semuanya masuk dalam desil 10. Bisa saja pendekatan tersebut memang benar menggambarkan bahwa rata-rata masyarakat didalamnya masuk dalam desil 10. Tetapi tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan dalam pendekatan tersebut," lanjutnya.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru