Untuk mewujudkan harapan tersebut, ia mengajak Pemprov Sumut, pimpinan gereja, yayasan, kepala sekolah dan perguruan tinggi memperkuat kolaborasi. Menurutnya, perhatian bersama diperlukan agar kejayaan sekolah Kristen seperti pada masa lalu dapat kembali diwujudkan.
RE Nainggolan pun berharap MPKW Sumut-Aceh terus bertumbuh, berkembang dan semakin memberikan dampak bagi gereja, masyarakat dan bangsa. Semangat tersebut dirangkum dalam tema "Fructus In Altum - Semakin Berbuah ke Depan, Berbuahlah Semakin Lebat".
Acara HUT ke-56 MPKW Sumut-Aceh diawali kebaktian dengan pengkhotbah Bishop Methodist Indonesia Wilayah 1 Pdt Antoni Manurung MTh. Mengutip Kolose 3:23–24, Bishop Antoni menekankan setiap pekerjaan harus dilakukan dengan segenap hati untuk Tuhan dan bukan sekadar menjalankan kewajiban organisasi, jabatan maupun regulasi.
"Paulus mengajak kita untuk melihat pelayanan sebagai panggilan Allah. Karena itu, apa yang kita kerjakan harus dilakukan dengan setulus dan segenap hati," ujar Bishop Antoni.
Baca Juga:
Ia menegaskan, tata kelola yang baik memang membutuhkan sistem dan profesionalitas, tetapi semuanya harus ditopang oleh manusia yang memiliki hati yang benar.
Bishop juga menekankan, sekolah tidak hanya berfungsi memberikan pengetahuan akademik, tetapi harus menjadi ruang menghadirkan nilai-nilai Kristiani dan membentuk karakter generasi muda. Sekolah diharapkan melahirkan generasi yang cerdas, jujur, disiplin, bertanggung jawab, penuh kasih serta peduli terhadap lingkungan.