Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 05 Agustus 2026

Disperindag Sidak , Belum Ada Ditemukan Beras Plastik di Medan

- Jumat, 22 Mei 2015 10:38 WIB
727 view
Disperindag Sidak , Belum Ada Ditemukan Beras Plastik di Medan
Sidak : Kadisperindag Kota Medan Syahrizal Arif SE SH MM didampingi Kabid Pengawasan Ayuf Saufi SH dan Apo distributor beras UD Jaya Abadi saat sidak di Jalan Rotan, Petisah Medan, Rabu (21/5).
Medan (SIB)- Kota Medan masih aman dari peredaran  beras plastik asal negara Tiongkok. Omzet pedagang beras tidak terganggu dengan adanya isu pemberitaan beredar beras pelastik yang tidak layak konsumsi.

Hal itu terungkap setelah Disperindag Kota Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak)  ke beberapa pasar tradisional dan distributor, Kamis (21/5).

“Tim Disperindag selaku perpanjangan tangan Pemko Medan telah turun ke lapangan dan berdialog langsung dengan pedagang dan distributor beras di Medan,” kata Kadis  Syahrizal Arif pada wartawan di sela-sela sidak di grosir beras UD Jadi Jaya di Pasar Petisah.

Dijelaskannya, isu peredaran beras plastik yang saat ini masih dalam pemeriksaan  laboratorium di Jakarta, sampai saat ini belum ditemukan di jual pedagang di pasar tradisional dan pihak distributor di daerah ini.

Begitupun, untuk melindungi konsumen khususnya Kota Medan dari peredaran beras sintetis, Tim Disperindak secara berkala terus memantau sehingga konsumen tidak terlanjur membeli dan mengkonsumsi beras  yang  tidak layak konsumsi tersebut.

“Kita akan terus pantau dan menyakinkan konsumen bahwa Kota Medan bersih dari peredaran beras,” imbuhnya.

Setelah meneliti satu persatun dan berdialog langsung serta memeriksa beras yang dijual pedagang di Pasar Petisah dan distributor beras di Jalan Rotan Petisah, Tim Disperindag Kota Medan selanjutnya bergerak ke lokasi distributor di Jalan Sibayak, juga tidak ditemukan beras sintetis.

Kadisperindag juga mengimbau kepada konsumen agar lebih teliti dan berhati-hati sebelum melakukan transaksi dan membeli beras kepada pedagang. Apabila menemukan indikasi beras plastik. diminta agar melaporkan kepada instansi terkait di daerah ini untuk diproses.

Sedangkan Jaya pemilik UD Jadi Jaya   menyebutkan, grosir beras miliknya melayani pembelian konsumen baik kepada pedagang di  Pasar Petisah serta pasar tradisional lainnya di Kota Medan. Beras yang dijual, diperoleh dari kilang beras di Tebing, Tanjungbalai, Kisaran, Ledong dan lainnya.

Ikut mendampingi Kadisperindag Kota Medan pada sidak itu, Kabid Pengawasan Disperindag Kota Medan Ayub Saufi SH, Staf Pengawasan Rajali, M Rahim, Tetty dan staf teras pengawasan barang beredar lainnya. 

 Koordinasi

Penyidik Subdit Indag Ditreskrimsus Poldasu berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Bulog, terkait dugaan adanya peredaran beras mengandung plastik (Beras Sintetis) di Sumatera Utara. Hal itu disebutkan Direktur Ditreskrimsus Poldasu Kombes Pol Ahmad Haydar didampingi Kasubdit Indag AKBP Frido Situmorang di Mapoldasu, Kamis (21/5).

 Dikatakan, berdasarkan koordinasi dengan pihak Bulog, diketahui belum ada impor  beras dari Singapura yang diduga mengandung plastik. Namun demikian, akunya, pihaknya akan menindaklanjuti dengan penyelidikan mendalam, termasuk ke pasar beras.

"Hasil koordinasi dengan Bulog, belum ada beras dari Singapura yang diduga mengandung plastik. Namun begitu, tetap akan dilakukan penyelidikan lebih mendalam," ujarnya.

Diketahui, masyarakat di Sumut mengaku resah, terkait informasi terkuaknya praktik pencampuran plastik dalam beras yang terjadi pada sejumlah daerah di Indonesia. Masyarakat meminta pemerintah bersama aparat kepolisian mendalami dugaan beras sintesis di Sumut.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi telah mengumumkan hasil tes laboratorium beras sintetis yang dilakukan Succofindo. Hasilnya, beras tersebut mengandung polyfiner yang merupakan bahan baku pipa plastik. (A16/A19/w)
 

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru