Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Nelayan Ikan Teri Ngadu ke Djarot

- Selasa, 20 Februari 2018 21:39 WIB
656 view
Nelayan Ikan Teri Ngadu ke Djarot
SIB/Dok
NELAYAN : Perwakilan Himpunan Nelayan Teri Indonesia (HNTERI) Kota Medan bersama sejumlah himpunan nelayan di Sumut, melakukan silaturahmi dan menyampaikan keluh kesah soal pukat tarik kepada Djarot Saiful Hidayat di Medan, Senin (19/2).
Medan (SIB) -Perwakilan Himpunan Nelayan Teri Indonesia (HNTERI) Kota Medan bersama sejumlah himpunan nelayan di Sumut menyampaikan keluh kesah soal pukat tarik kepada Cagubsu No 2 Djarot Saiful Hidayat. Kepada Djarot, nelayan mengadu dan meminta agar Djarot menyampikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Bu Susi) membatalkan larangan penggunaan alat tangkap pukat tarik.

Menurut nelayan, tudingan Bu Susi bahwa penggunaan pukat tarik merusak ekosistem itu tidak benar. "Kami tidak pernah menyisir sampai di dasar laut. Sebab kalau sampai dasar, lumpur akan terikut sehingga ikan teri tidak bisa diolah," ucap Suardi Siagian, perwakilan HNTERI Kota Medan kepada wartawan usai silaturahmi di Medan, Senin (19/2).

Sebab, kata dia, ketika melakukan penangkapan ikan teri, pukat tariknya melayang di permukaan laut. Jika Bu Susi tetap melarang penggunaan alat tangkap ikan pukat tarik, mereka tidak dapat menangkap ikan teri.

''Apalagi ikan teri nasi yang selama ini sudah terkenal dari Kota Medan, bakal hilang dari pasar. Perairan laut Sumatera Utara tidak ada terumbu karang. Di sini lumpur semua. Saya asli nelayan," timpal Burhan Simanjuntak, salah seorang nelayan.

Hal senada juga disampaikan Khairul Rasyid, Ketua Asosiasi Nelayan Kota Tanjungbalai. Dia menyampaikan bahwa mereka sempat senang ketika Presiden Jokowi pernah bilang, cantrang dan sejenisnya sudah bisa beroperasi. Nelayan bisa mencari ikan di Laut Selat Malaka dan Pantai Barat. "Kami sudah sempat senang," ujar Khairul.

Tapi belakangan, kata dia, ternyata kebijakan itu hanya boleh dilakukan nelayan di Pulau Jawa dan Madura.  Mereka pun berharap pemerintah memberikan solusi agar jangan sampai terjadi bentrok antar nelayan. Jangan ada lagi pembakaran.

Menanggapi keluhan nelayan, Djarot berjanji akan bertemu dengan Menteri Kelautan Susi Pujiastuti. "Kita akan menyampaikan aspirasi para nelayan di Sumatera Utara agar alat tangkap disesuaikan. Yang gak boleh alat tangkap merusak ekosistem, tidak merusak terumbu karang. Seperti menggunakan bom ikan, itu tidak boleh," terangnya.

Kepada nelayan, dia berpesan jangan terfokus menangkap ikan saja tapi melakukan budidaya. "Laut Indonesia kaya. Jadi menangkap ikan oke, budidaya juga oke. Budidaya merupakan alternatif untuk memenuhi kebutuhan ikan di pasar," pesannya.

Terakhir, dia mengajak para nelayan bagaimana agar ikan dari Sumatera Utara bisa masuk ke pasar internasional, seperti  Malaysia, India, Pakistan dan lainnya. (A11/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru