Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Jiwa Kepemimpinan Edy Sudah Terlihat Sejak SMA

- Selasa, 27 Maret 2018 17:16 WIB
548 view
Jiwa Kepemimpinan Edy Sudah Terlihat Sejak SMA
Medan (SIB)- Keluarga besar alumni dan mantan guru SMAN-1 Medan memberikan dukungan dan doa kepada pasangan calon Gubernur Sumut-Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas).

Habeahan seorang pria yang pernah menjadi wali kelas Edy Rahmayadi mengaku bangga dengan kesuksesan yang sudah diraih mantan siswanya itu sebagai Pangkostrad. Namun hal yang paling membanggakan lagi, Edy rela menanggalkan pangkat dan jabatan karena prihatin dengan kondisi Sumut yang martabatnya mulai tergerus.

"Tentu saya sangat bangga dengan Edy. Apalagi saya pernah jadi wali kelasnya saat dia kelas 1. Sejak SMA sudah terlihat figur seorang pemimpin pada Edy. Dia sudah menjadi teladan bagi teman-temannya," kata Habeahan yang masih terlihat sehat saat ditemui di Posko Relawan SMANSA, Jalan KH Wahid Hasyim, Sabtu (24/3).

Mantan gurunya yang lain, K Pandiangan berharap cita-cita dan keinginan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dapat terwujud. "Sebagai guru, kita mendukung serta mendoakan murid-muridnya sukses. Apalagi kita tahu, Edy memiliki tugas mulia menjadi seorang calon gubernur yang harus korbankan jabatannya demi Sumut Bermartabat. Semoga Tuhan memberkati cita-cita beliau," ujar Pandiangan.

Dalam kesempatan tersebut, Pandiangan menceritakan bahwa Edy Rahmayadi semasa SMA dikenal aktif menekuni olahraga sepakbola. "Dia aktif main bola. Posisinya striker. Walaupun tubuhnya tidak terlalu tinggi, tapi dia  sangat cepat saat menyerang. Memang gaya kepemimpinan Edy sudah terlihat saat SMA," kenang Pandiangan.

Sementara itu, Edy Rahmayadi mengaku bangga dengan dukungan dan doa rekan-rekannya sesama alumni di SMAN 1 Medan. Apalagi dia bisa menyaksikan kehadiran para guru yang berjasa kepada para siswa di SMAN 1 Medan. "Saya senang guru-guru saya yang paling rajin bisa hadir di sini. Karena beliau-beliau inilah kita bisa seperti sekarang ini. Saya juga bangga dengan rekan-rekan alumni SMAN 1 Medan, rupanya saya tak sendiri di sini," ujar Edy yang merupakan alumni angkatan 1979.

Dikatakan Edy bahwa dukungan dan doa dari rekan-rekan alumni SMAN 1 Medan merupakan modal dan tambahan semangat bagi dirinya untuk mewujudkan Sumut Bermartabat. Sebagai sesama alumni yang terikat dalam ikatan almamater, Edy menilai bahwa suatu kewajaran jika para alumni SMAN 1 Medan mendukung dirinya pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada Juni 2018 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Edy mengatakan dirinya tidak sedang berkampanye melainkan sedang berdiskusi dalam sebuah keluarga yang di dalamnya ada abang, adek, kakak dan orangtua.

"Saya sedang pulang kampung. Sangat wajar saya pulang ke Sumut, bukan ke Jatim. Karena kampung besar saya memang di sini. Saya yang minta pensiun agar saya bisa bersama abang-abang saya, kakak-kakak saya, adik-adik saya semua membangun Sumut yang bermartabat," tegas Edy. (A17/rel/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru