Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Jokowi: Banyak yang Kompori Masyarakat, Jadi Panas Semuanya

* Ada Majelis Taklim Tak Bersapaan Karena Pilpres
- Senin, 26 November 2018 20:36 WIB
378 view
Jokowi: Banyak yang Kompori Masyarakat, Jadi Panas Semuanya
SIB/Ant/Nova Wahyudi
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai banyak pihak yang memanfaatkan momen pilihan politik dengan membuat suasana menjadi 'panas'. Dia mengatakan seharusnya masyarakat dibiarkan menentukan pilihan politiknya masing-masing tanpa dipanas-panasi.

"Kita ini saudara sebangsa dan setanah air. Jangan lupakan itu. Ini karena banyak kompor, karena dipanas-panasi, dikompor-kompori jadi panas semuanya," kata Jokowi di hadapan masyarakat adat Komering Raya, Sumsel, di Griya Agung, Kota Palembang, Minggu (25/11).

"Biarkan masyarakat menggunakan hati nurani dan pendapat masing-masing serta rasional kita," imbuhnya.

Dia mengatakan jangan sampai ada gesekan, apalagi konflik, terkait dengan pemilihan kepala daerah ataupun presiden.

"Pilihan gubernur silakan pilih A, B, C, atau D kalau calonnya empat. Yang bupati juga silakan pilih A, B, atau C. Tapi jangan sampai ada gesekan sekecil apa pun, jangan sampai ada konflik," kata Jokowi.

Dia mengaku heran lantaran ada kelompok yang tak saling bertegur sapa karena perbedaan pilihan politik tersebut. Hal itu, menurutnya, tidak boleh terjadi.

"Saya kadang-kadang geleng-geleng. Ini satu kampung, satu RT atau RW, tidak saling menyapa gara-gara pilihan bupati, gubernur, atau presiden. Ada majelis taklim gara-gara pilihan presiden tidak saling menyapa," katanya.

"Kita ini saudara sebangsa dan setanah air. Jangan lupakan itu," imbuhnya.

Jokowi lantas berbicara soal keberagaman Indonesia, yang memiliki sekitar 714 suku dan 1.100 bahasa daerah. Dia menegaskan perbedaan dan keberagaman itu adalah anugerah dari Allah SWT kepada Indonesia.

"Inilah anugerah Allah yang diberikan kepada kita, bangsa Indonesia, yang harus kita syukuri. Sudah menjadi sunnatullah, sudah menjadi garis, bahwa kita ini bermacam-macam, berbeda-beda, dan berwarna-warni," katanya.

"Tapi, kalau kita bisa menyatukan, ini akan menjadi aset terbesar, energi besar, bagi bangsa ini maju ke depan," imbuhnya.

Diberi Gelar
Presiden Jokowi menjalani sejumlah agenda di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan diawali dengan pemberian Gelar Adat Komering Provinsi Sumatera Selatan.

Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di lokasi pemberian gelar adat, yakni di Griya Agung, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, pukul 08.45 WIB. Jokowi tampak mengenakan pakaian adat khas Sumsel, lengkap dengan 'tanjak' sebagai ikat kepala khas Sumsel. Sementara Iriana tampak mengenai pakaian perempuan khas adat Sumsel.

Kedatangan Jokowi disambut dengan atraksi dua pesilat. Sebelum masuk ke panggung acara, dua pesilat itu memperlihatkan aksinya di depan Jokowi.

Seusai aksi silat, Jokowi dan Iriana naik ke atas panggung. Pemangku Adat Majelis Tinggi Komering Sumsel, Haji Romli, kemudian memulai prosesi penganugerahan gelar kepada Jokowi.

Jokowi lantas diberi gelar 'Rajo Balaq Mangku Nagara'. Tak hanya Jokowi, Iriana juga diberi gelar 'Ratu Indoman'.

Dalam prosesinya, Haji Romli menjelaskan, 'Raja Balaq Mangku Nagara' berarti Raja Agung yang memegang kekuasaan tertinggi negara Republik Indonesia. Sementara 'Ratu Indoman' berarti Ibunda yang memberikan perlindungan kepada masyarakat dan pengayom rakyat yang tak lepas dari sopan santun.

Seusai prosesi, Jokowi dan Iriana diberi piagam penganugerahan gelar adat tersebut. Tak hanya itu, Jokowi dan Iriana juga diberi kamus bahasa adat Komering.
Dalam sambutannya, Jokowi mengaku berbahagia bisa bersilaturahmi dengan masyarakat Sumsel dan Majelis Tinggi Adat Komering Sumsel.

"Masyarakat adat Komering salah satu penjaga budaya adat asli Indonesia, salah satu pelestari adat istiadat Indonesia. Dan saya sangat menghargai sekali dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehormatan besar yang telah diberikan kepada saya dan Ibu Iriana oleh Majelis Tinggi Adat Komering Sumatera Selatan atas gelar yang telah diberikan kepada saya dan Ibu Iriana," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, dia dan Iriana memaknai gelar itu sebagai bentuk tanggung jawab untuk mengangkat derajat masyarakat adat Komering Sumsel.

"Saya dan Ibu Iriana memaknai semangat adok, semangat jajuluk, semangat gelar 'Rajo Balaq Mangku Nagara' dan 'Ratu Indoman' yang dianugerahkan kepada kami berdua adalah sebagai pesan dan harapan dan tanggung jawab untuk selalu mengangkat derajat dan memajukan adat Komering Sumatera Selatan," katanya.

Dia juga mengatakan, dalam kemajuan Indonesia, tradisi kebudayaan bangsa adalah sumber energi besar bagi masyarakat. "Kebudayaan nusantara yang sangat beragam, sangat kaya akan kearifan lokal, dan semua itu jadi kepribadian bangsa dan menjadi modal kita meraih kemajuan," katanya. (detikcom/c)
Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru