Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Pilkada Blitar, Calon Tunggal Diprediksi Menang

- Kamis, 19 November 2015 17:59 WIB
721 view
Pilkada Blitar, Calon Tunggal Diprediksi Menang
SIB/Ant/Irfan Anshori
KAMPANYE DIALOGIS CABUP BLITAR: Calon Tunggal Bupati Blitar Rijanto (tengah) berdialog dengan sejumlah kepala desa dalam kegiatan kampanye dialogis di Blitar, Jawa Timur, Senin (16/11). Dalam kegiatan yang diikuti sebanyak 220 kepala desa tersebut, pasang
Blitar (SIB)- KPU Blitar memastikan seluruh kebutuhan pemungutan suara tuntas seratus persen. Kalangan peneliti dan pengamat memprediksi Pilkada tersebut akan dimenangkan pasangan calon tunggal.

Komisioner KPU Blitar Masrukin mengatakan, tak ada kendala yang berarti dalam persiapan Pilkada serentak 9 Desember 2015. Sebelumnya, para komisioner sempat khawatir tidak akan bisa mengejar ketertinggalan tahapan Pilkada setelah penetapan Mahkamah Konstitusi akhir September lalu. "Kita siap melaksanakan Pilkada sepenuhnya," kata Masrukin, Minggu (15/11).

Pasangan calon Rijanto-Marheinis Urip Widodo juga telah menandatangani persetujuan desain surat suara akhir pekan kemarin. Karena itu, KPU langsung memutuskan mencetak surat suara yang akan tuntas pada pekan depan.

Masrukin juga memastikan tak ada kendala keuangan dari pemerintah daerah seperti yang terjadi di sejumlah KPUD. Ini karena seluruh anggaran telah berada di rekening KPUD Blitar dan siap digunakan kapan saja.

Peneliti lembaga riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa memprediksi pelaksanaan referendum pemilihan kepala daerah di Kabupaten Blitar hampir pasti akan dimenangkan pasangan calon. Dia meragukan adanya pergerakan dari partai politik rivalnya untuk menggerakkan massa agar memilih "tidak setuju". "Saya kira Pilkada Blitar akan dimenangkan yang memilih setuju," katanya  beberapa waktu lalu.

Penilaian yang sama disampaikan pengamat politik Sekolah Tingga Agama Islam Negeri Kediri Taufik Alamin. Bekas komisioner KPUD Kota Kediri ini bahkan menuding Pilkada tersebut tak lebih dari sekadar legalisasi pasangan calon saja. Sebab, secara psikologis masyarakat tak memiliki pilihan lain selain menyatakan setuju. "Hal ini berbeda jika ada calon lain sebagai pembanding," katanya. (T/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru