Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 28 Agustus 2026

Rombel SLTA Negeri akan Bertambah di Dairi, Swasta Diharapkan Berbenah Diri

- Rabu, 25 Juni 2014 19:13 WIB
648 view
Rombel SLTA Negeri akan Bertambah di Dairi, Swasta Diharapkan Berbenah Diri
Sidikalang (SIB)- Sejumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Negeri SMA/SMK di Kabupaten Dairi merencanakan akan menambah rombongan belajar (rombel) dan daya tampung pada penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2014/2015 yang prosesnya akan segera dibuka pekan ini. Informasi yang dihimpun dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Dairi, Jumat (20/6) melalui Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah Erni Situmorang menyebutkan, sejumlah sekolah telah mengirimkan ajuan tentang rombel yang akan direkrut di sekolah masing-masing, namun sifatnya masih sebatas ajuan dan belum final.

Berdasarkan surat yang diterma, terdapat beberapa sekolah yang mengajukan penambahan rombel dibanding tahun sebelumnya. Namun, banyak juga sekolah yang mengajukan rombel dengan jumlah tahun sebelumnya. Disebutkan, hingga 19 Juni 2014 sebagai batas akhir pengajuan rombel dari sekolah ke Disdik Dairi, masih banyak sekolah yang belum menyampaikan suratnya.

“Beberapa sekolah yang mengajukan penambahan rombel, di antaranya SMA Negeri 2 Sidikalang dari 7 rombel tahun lalu menjadi 8 rombel tahun ini, SMA N 1 Parongil kecamatan Silima Pungga-pungga dari 6 rombel menjadi 7 rombel, SMK N 1 Sitinjo dari 6 rombel menjadi 8 rombel dan SMK N 1 Parbuluan dari 3 rombel menjadi 8 rombel,” tutur Erni.

Sekretaris Disdik Kabupaten Dairi, Pardi Simanjuntak di ruang kerjanya mengatakan, penambahan rombel dan daya tampung sekolah harus disesuaikan dengan rasio ketersediaan sarana dan prasarana sekolah dan jumlah guru masing-masing sekolah.

“Surat dari sekolah itu masih bersifat pengajuan dan sebelum ditetapkan masih akan dicermati dan dipertimbangkan serta disesuaikan dengan ketersediaan ruang kelas, moubilair, tenaga guru dan kebutuhan lainnya,” sebut Pardi.

Penambahan daya tampung dan rombongan belajar yang diprogramkan beberapa sekolah negeri itu dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi eksistensi sekolah-sekolah swasta di Dairi. Jika banyak sekolah negeri yang menambah daya tampungnya, maka bukan tidak mungkin ada sekolah swasta yang akan bangkrut dan tutup.

Swasta harus berbenah
Kebijakan penambahan rombel juga dinilai sebagai langkah yang terlalu dipaksakan, karena beberapa tahun terakhir tidak ada recruitment dan penambahan guru PNS di Dairi. Selain itu di antara sekolah yang mengajukan penambahan daya tampung tersebut, di antaranya ada sekolah yang tidak berhasil meluluskan 100 persen siswa pada pengumuman kelulusan siswa yang lalu.

Pihak lain, ada yang memberikan tudingan miring kepada kepala sekolah yang mengajukan penambahan rombel. Menurut Sinaga, hal seperti itu sudah menjadi rahasia umum, karena semakin besar dana yang dikelola maka akan semakin bertambah juga laba yang akan didapatkan. Karena besaran dana BOS yang akan diterima dihitung berdasarkan jumlah siswa, dengan perhitungan satu juta per siswa.

“Jangan-jangan orientasi dan tujuan mereka hanya sekedar mendongkrak jumlah bantuan dana BOS yang akan dikelola,” sebut Sinaga, praktisi pendidikan.

Sumber lain menyebutkan, sekolah swasta seharusnya berbenah diri untuk persaingan kualitas pendidikan. Sehingga, swasta dapat menjadi pembanding untuk sekolah negeri yang ada. Selain itu, pihak Disdik Dairi juga harus lebih arif dan bijaksana dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) setiap tahunnya.
“Swasta tidak akan pernah bisa tutup ataupun bangkrut, kalau lulusan sekolah itu memiliki kualitas. Kualitas pendidikan di sekolah, harus pula disertai dengan fasilitas yang mampu berdaya saing terhadap sekolah luar daerah, baik negeri maupun swasta,” ujar Tambunan seorang pemerhati pendidikan di Dairi. (B4/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru