Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Pusat Data Nasional Diserang Virus Ransomware, Pemerintah Tolak Permintaan Tebusan US$ 8 juta

Rido Sitompul - Senin, 24 Juni 2024 18:54 WIB
531 view
Pusat Data Nasional Diserang Virus Ransomware, Pemerintah Tolak Permintaan Tebusan US$ 8 juta
(Foto Dok/ist)
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi.

Sebelumnya, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa pemerintah terus memperbaiki dan menyelidiki masalah gangguan pada sistem Pusat Data Nasional (PDN) yang dikelola Kementerian Kominfo.

"Itu memang permasalahan yang sangat teknis. Masih diperbaiki dan didalami," kata Hadi, Sabtu.

Ia menambahkan, setiap peralatan memiliki kelemahan, sehingga pemerintah melakukan langkah antisipasi agar gangguan tidak terulang dan data pemerintah serta masyarakat tetap terlindungi.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian dalam konferensi pers juga mengatakan PDN mengalami gangguan sejak 20 Juni 2024 karena serangan siber yang memanfaatkan ransomware brain cipher.

"Insiden pusat data sementara ini adalah serangan siber dalam bentuk ransomware dengan nama brain chiper ransomware. Ransomware ini adalah pengembangan terbaru dari ransomware Lockbit 3.0," ujar dia.

Hinsa mengatakan yang mengalami serangan siber ini adalah pusat data sementara yang berada di Surabaya. Pasca serangan pihaknya langsung mengirimkan tim untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Ia menegaskan Tim Siaga BSSN sudah berkoodinasi dengan lembaga terkait sejak 20 Juni.

"Langsung kita berangkatkan ke Surabaya untuk membantu teman-teman dari Kominfo maupun Telkom Sigma, yang di mana mereka mengelola Pusat Data Sementara," lanjutnya.

Dia menambahkan PDNS dibuat di Surabaya dan di Jakarta dibuat karena pembangunan PDN belum rampung.

Editor
: Rido Sitompul
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru