Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 27 Agustus 2026

Diduga Diusir Jemaatnya, Pendeta Faber Manurung Mengadu ke Polisi

Redaksi - Jumat, 04 April 2025 12:03 WIB
823 view
Diduga Diusir Jemaatnya, Pendeta Faber Manurung Mengadu ke Polisi
FOTO:IST/MATAKALTENG.Gereja HKBP Parulian Sampit

Lebih lanjut, ia mengimbau pimpinan HKBP di tingkat resort, distrik, hingga pusat untuk segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.

"Ini juga sekaligus menjadi penyampaian untuk pimpinan gereja HKBP di tingkat yang lebih tinggi mulai dari, tingkat resort, atau mungkin ke tingkat distrik serta sampai ke pusatnya. Agar segera ya melakukan pembenahan dalam permasalahan ini. Jangan sampai timbul masalah yang gesekan di antara jemaat yang sampai seperti ini baru ditindaklanjuti, jadi saya kira artinya pimpinan pusat seharusnya sudah mengetahui permasalahan ini. Sebelumnya karena permasalahan ini sudah lama ko saya ketahui," imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa jika ada ketidakcocokan antara jemaat dan pendeta, sebaiknya persoalan diselesaikan dengan dialog dan musyawarah, bukan dengan tindakan pemaksaan yang bisa mencoreng nama baik gereja.

"Walaupun saya tidak membela, salah satu siapa yang salah siapa yang benar, saya tidak berkata seperti itu. Karena itu di lingkungan jamaat mereka, siapa yang melakukan apapun, saya tidak tahu. Tapi karena kita sebagai pengayom wakil masyarakat yang ada di kotim ya menyampaikan hal seperti ini, tidak boleh melakukan hal-hal yang bersifat kekerasan, pemaksaan. Walaupun tidak melakukan kekerasan secara fisik tapi pemaksaan itu juga bagian yang tidak diperbolehkan," imbuhnya

Menurutnya, perbedaan pandangan antara jemaat dan pemimpin gereja adalah hal yang wajar terjadi, tetapi harus diselesaikan dengan cara yang bijaksana agar tidak menimbulkan perpecahan.

"Tapi saya pikir itu hanya ya biasalah, karena mungkin hubungan ada ketidakcocokan mungkin didalam hal memimpin greja oleh pemimpin nya kurang sesuai dengan harapan jemaatnya, bisa saja terjadi. Tapi apapun ceritanya kita tidak masuk di sana, intinya bahwa tidak dibenarkan melakukan kekerasan pemaksaan dalam mengeluarkan atau apalagi mengusir pimpinan jemaat," bebernya.

Pdt Faber Manurung menyebutkan, bahwa aksi yang dilakukan jemaatHKBP Parulian sampit ini merupakan tindak pidana pencurian.

Sementara, Advokad AKBP Purn Sinambela mengingatkan HKBP agar melindungi pendeta sebagai pemimpin gereja yang sah. HKBP, ujarnya, harus mengawal proses hukum dan menghormati otoritas pendeta sebagai duluan di gereja.

Terkait hal ini, Jemaat HKBP ParulianSampit membantah tuduhan penjarahan.

Menurut penasehat mereka, MH Nainggolan aksi sebagai upaya untuk mengamankan aset gereja untuk pendeta baru. Motor, kulkas, dan mesin cuci yang diambil yang disebutkan sebagai inventaris gereja, menurut mereka, bukan milik pribadi Faber.

Menurut jemaat, ini bukan perampasan tapi persiapan untuk pendeta pengganti.

Pendeta Faber Manurung yang diduga diusir oleh jemaatnya sudah mengadukan persoalan ini ke polisi. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru