Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 Juli 2026

Pemuda Katolik dan GAMKI Kecam Rentetan Kekerasan di Papua

Victor R Ambarita - Kamis, 09 Juli 2026 18:27 WIB
183 view
Pemuda Katolik dan GAMKI Kecam Rentetan Kekerasan di Papua
Foto: Dok/GAMKI
Pengurus GAMKI dan Pemuda Katolik menyampaikan pernyataan sikap terkait rentetan kekerasan di Tanah Papua dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Papua PP Pemuda Katolik, Melkior Sitokdana, mendorong pemerintah memperkuat pelayanan kemanusiaan di Papua melalui pemberdayaan sumber daya manusia lokal serta menjamin keamanan tenaga kesehatan, guru, pilot, dan tokoh agama yang bertugas di daerah konflik.

"Kami mendorong pemerintah memperkuat kapasitas putra-putri orang asli Papua agar semakin banyak mengambil peran sebagai pilot, tenaga kesehatan, guru, dan profesi pelayanan publik lainnya di wilayah-wilayah terpencil. Selain memperluas kesempatan bagi SDM lokal, langkah ini diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat, menjaga keberlangsungan pelayanan dasar, serta mendukung terciptanya situasi yang lebih kondusif bagi pelayanan kemanusiaan," ujarnya.

Pemuda Katolik dan GAMKI juga menilai seruan para uskup di Tanah Papua serta Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menjadi pengingat bahwa setiap korban kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang melukai martabat bersama.

Menutup pernyataan bersama tersebut, Sahat meminta seluruh pihak menghentikan kekerasan, melindungi pelayanan kemanusiaan dan keagamaan, serta mengutamakan keselamatan masyarakat, khususnya warga sipil yang mengungsi. Ia juga mendesak dilakukannya investigasi independen terhadap pembunuhan warga sipil dan mendorong dialog damai yang melibatkan gereja, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat sipil.

"Kami juga meminta dilakukan investigasi independen atas pembunuhan terhadap warga sipil yang terjadi baru-baru ini. Kami mendorong dilakukannya dialog damai yang melibatkan gereja, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil. Papua membutuhkan keadilan dan perdamaian, bukan kekerasan yang terus berulang," pungkas Sahat.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemberangkatan Satgas Pamtas, Kapolres Belawan : Sinergitas TNI - Polri  Kekuatan Utama Jaga Keamanan Nasional
TNI Ungkap Identitas Tujuh Penumpang Selamat dari Penembakan dan Pembakaran Pesawat AMA di Yahukimo
Bobby Nasution Siapkan Extra Flight, Kontingen Pesparawi Sumut Dipulangkan dari Papua Hari Ini
Direktur Travel Akui Bertanggung Jawab atas Gagal Berangkatnya Kontingen Pesparawi Kepri, Janji Kembalikan Dana
Kasus Kontingen Pesparawi Kepri Gagal Berangkat ke Manokwari Diselidiki Polda Kepri
Pemprov Kepri Sebut Sudah Kucurkan Rp1,4 Miliar, Tunggu Penjelasan Panitia Pesparawi
komentar
beritaTerbaru