Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 Juli 2026

TNI Bantah Datangi Polda Metro Jaya Terkait Penggeledahan Kasus Korupsi

Redaksi - Kamis, 09 Juli 2026 18:37 WIB
86 view
TNI Bantah Datangi Polda Metro Jaya Terkait Penggeledahan Kasus Korupsi
Foto: Tempo/Nabiila Azzahra A.
Situasi di Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya), Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Jakarta(harianSIB.com)

Markas Besar TNI membantah informasi mengenai dugaan kedatangan puluhan prajurit TNI ke Markas Polda Metro Jaya yang disebut berkaitan dengan penggeledahan dalam penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menegaskan informasi tersebut tidak benar.

"Saya sudah cek, informasi tersebut tidak benar," ujar Muhammad Nas saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Ia juga membantah adanya intervensi TNI terhadap proses hukum yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya.

Baca Juga:
"TNI menghormati proses hukum dan tidak intervensi terhadap mekanisme yang berlaku," tegasnya.

Sebelumnya, beredar informasi yang menyebut puluhan prajurit TNI diduga mendatangi Polda Metro Jaya setelah tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi dalam penyidikan tiga perkara dugaan korupsi.

Penggeledahan yang dilakukan pada Rabu (8/7/2026) tersebut berkaitan dengan dugaan suap di PT ASABRI, dugaan korupsi pasokan batu bara PT PLN yang diduga menyebabkan pemadaman listrik (blackout) di Sumatera, serta perkara yang berkaitan dengan PT Krakatau Steel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto sebelumnya mengatakan penggeledahan dilakukan secara serentak di sejumlah lokasi sebagai bagian dari proses penyidikan.

"Ada beberapa lokasi yang secara serempak dilaksanakan penggeledahan," kata Budi.

Salah satu lokasi yang digeledah adalah Kafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto menjelaskan penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Kami terus melakukan upaya penegakan hukum, saat ini dengan skema joint investigation dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum PT ASABRI dan PT Krakatau Steel," ujar Totok.

Di sisi lain, Muhammad Nas membenarkan adanya pengamanan terhadap rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah oleh personel TNI. Menurutnya, pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan Kejaksaan Agung berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang Pelindungan Negara terhadap Jaksa.

"Pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang," kata Muhammad Nas.

Ia menegaskan pengamanan tersebut tidak berhubungan dengan penggeledahan yang dilakukan penyidik Polri karena proses penyidikan sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian. Hingga saat ini, penyidikan dugaan korupsi tersebut masih terus berlangsung dan penyidik melakukan pendalaman terhadap barang bukti yang telah disita.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
Kejari Labuhanbatu Tahan 2 Tersangka Korupsi
4 Bulan Sandang Tersangka Korupsi, Kadis Tarukim Karo dan PKK Belum Dicopot
Gaya Hidup Konsumtif Picu Kepala Daerah Korupsi
Seharusnya Kepala Daerah Jera Berbuat Korupsi
Kordinator Forum Pencerah PPP Batubara Protes Munas Muktamar Jakarta
komentar
beritaTerbaru