Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 Juli 2026

Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun di Empat Provinsi

Redaksi - Jumat, 10 Juli 2026 20:32 WIB
216 view
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun di Empat Provinsi
Foto: Dok/YouTube Setpres RI
Presiden Prabowo Subianto secara serentak meresmikan lima bendungan di empat provinsi.

Lombok(harianSIB.com)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan yang tersebar di empat provinsi dengan total nilai investasi mencapai Rp9,79 triliun. Peresmian dilakukan secara terpusat di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026), sementara empat bendungan lainnya diresmikan secara hybrid.

Empat bendungan yang turut diresmikan yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.

"Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Bendungan Meninting di NTB, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali," ujar Prabowo saat peresmian.

Kelima bendungan tersebut dibangun dalam kurun waktu 2015 hingga 2025 dan diproyeksikan menjadi infrastruktur strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi terbarukan.

Baca Juga:

Secara keseluruhan, lima bendungan itu mampu menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mengurangi potensi banjir di kawasan seluas 932 hektare, serta mendukung pembangkit energi hijau melalui PLTA berkapasitas 9,635 MW dan PLTS terapung hingga 345,94 MW. Selain itu, jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer dibangun untuk mengairi sekitar 39.540 hektare lahan pertanian.

Peresmian tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Berikut rincian lima bendungan yang diresmikan:

1. Bendungan Keureuto (Aceh)

Bendungan Keureuto menjadi proyek dengan nilai investasi terbesar, yakni Rp2,961 triliun. Dibangun selama 2015-2024, bendungan setinggi 74 meter ini memiliki kapasitas tampung 215,94 juta meter kubik dengan luas genangan 896,39 hektare.

Infrastruktur tersebut akan mengairi 14.695 hektare lahan pertanian melalui jaringan irigasi sepanjang 75,94 kilometer, mengurangi risiko banjir hingga 627 hektare, menyediakan air baku 0,65 meter kubik per detik, serta menghasilkan energi sebesar 185,62 MW yang berasal dari PLTA dan PLTS terapung.

Baca Juga:

2. Bendungan Rukoh (Aceh)

Bendungan Rukoh dibangun pada 2018-2024 dengan nilai kontrak Rp2,483 triliun. Bendungan setinggi 84 meter ini memiliki kapasitas tampung 128,65 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 700 hektare.

Manfaatnya meliputi layanan irigasi untuk 12.194 hektare lahan, penyediaan air baku sebesar 0,90 meter kubik per detik, pengurangan banjir di area 51 hektare, serta potensi energi mencapai 141,22 MW.

3. Bendungan Sidan (Bali)

Dengan nilai investasi Rp1,8 triliun, Bendungan Sidan dibangun pada periode 2018-2024. Bendungan setinggi 68 meter ini memiliki kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik.

Bendungan ini diproyeksikan menyuplai air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik, melayani irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan sepanjang 123,19 kilometer, mengurangi banjir di area 108 hektare, serta menghasilkan energi sebesar 8,08 MW.

Baca Juga:

4. Bendungan Meninting (NTB)

Bendungan Meninting dibangun sejak 2018 hingga 2025 dengan anggaran Rp1,473 triliun. Bendungan setinggi 74 meter ini memiliki kapasitas tampung 9,91 juta meter kubik.

Keberadaannya diharapkan mampu mengairi 1.559 hektare lahan pertanian, mengurangi banjir di area 59 hektare, menyediakan air baku 0,15 meter kubik per detik, dan menghasilkan energi sebesar 10,03 MW.

5. Bendungan Jlantah (Jawa Tengah)

Bendungan Jlantah dibangun pada 2019-2024 dengan nilai kontrak Rp1,080 triliun. Bendungan setinggi 70 meter ini memiliki kapasitas tampung 10,97 juta meter kubik.

Fasilitas ini akan mengurangi potensi banjir di kawasan seluas 87 hektare, mengairi 1.494 hektare lahan pertanian, menyediakan air baku 0,15 meter kubik per detik, serta menghasilkan energi sebesar 10,625 MW. (*)

Baca Juga:

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dinas Pangan Agara Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Kosong
Tim Gabungan Kembali Geledah Lokasi Kasus TPPU di Jakarta Selatan
Pertamina EP Rantau Tanam Ratusan Pohon Peringati Hari Lingkungan Hidup
MPKW Sumut-Aceh Audiensi dengan Kapolda, Bahas Rakernas di Tarutung
Pemkab Simalungun Komitmen Tuntaskan Penanganan Longsor Marubun Lokkung
Jalinsum Parapat yang Longsor Mulai Ditangani
komentar
beritaTerbaru