Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 Juli 2026

Harga Ayam Kampung di Medan Tetap Tinggi, Capai Rp75 Ribu per Kilogram

Indah Apriliana dewi Ginting - Kamis, 09 Juli 2026 18:33 WIB
219 view
Harga Ayam Kampung di Medan Tetap Tinggi, Capai Rp75 Ribu per Kilogram
Foto: Dok/harianSIB.com/Indah Apriliana Ginting
Ayam kampung tetap menjadi pilihan masyarakat karena dinilai memiliki cita rasa lebih gurih dan kandungan gizi yang lebih baik, meski harganya bertahan di kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram.

Medan(harianSIB.com)

Harga ayam kampung di sejumlah pasar tradisional Kota Medan masih bertahan tinggi meski harga ayam broiler atau ayam ras mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Kamis (9/7/2026), harga ayam kampung dipasarkan antara Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram.

Pantauan harianSIB.com di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Kuala Bekala, menunjukkan permintaan ayam kampung tetap stabil meski harganya jauh di atas ayam broiler.

Pedagang ayam di Pasar Kuala Bekala, Eka Tarigan, mengatakan harga ayam kampung tetap tinggi karena kualitas dagingnya dinilai lebih baik serta pasokannya lebih terbatas dibanding ayam broiler.

"Ayam kampung jelas lebih bagus dari ayam broiler, makanya harganya selalu mahal. Meski mengolahnya sedikit rumit karena dagingnya lebih keras dibanding ayam biasa, ibu-ibu rumah tangga lebih memilih ayam kampung, jadi meski mahal kami tidak pernah ragu menjualnya," ujar Eka.

Baca Juga:
Hal senada disampaikan salah seorang pembeli, Santi, yang mengaku lebih memilih ayam kampung karena rasa dan kandungan gizinya.

"Saya dan keluarga hanya suka ayam kampung, walau sesekali masih beli ayam broiler juga. Ayam kampung rasanya lebih enak, gurih, gizinya juga tinggi, jadi meski harga mahal, kami lebih pilih membeli ayam kampung," katanya.

Sementara itu, peternak ayam kampung asal Pancur Batu, Iwan (55), menjelaskan tingginya harga dipengaruhi masa pemeliharaan yang lebih lama, kebutuhan pakan yang lebih banyak, serta sistem pemeliharaan yang dilakukan secara alami.

"Masa panen ayam kampung ini lebih lama, berbeda dengan ayam broiler atau ayam ras yang bisa dipanen dalam waktu singkat, sekitar 4-6 minggu. Sistem pemeliharaan ayam kampung lebih alami, sehingga mereka lebih aktif bergerak, jadi sulit gemuk dan membutuhkan asupan pakan yang lebih banyak," jelas Iwan.

Ia menambahkan, jumlah peternak ayam kampung saat ini juga semakin berkurang sehingga pasokan bibit menjadi terbatas dan berdampak pada harga jual di pasaran.

"Sekarang jarang orang yang beternak ayam kampung karena masa panennya lama, jadi setiap jual ke pasar, harga ayam kami tidak pernah murah," pungkasnya.

Dengan pasokan yang terbatas serta permintaan masyarakat yang tetap tinggi, harga ayam kampung diperkirakan masih akan bertahan di level saat ini dan cenderung lebih stabil dibandingkan harga ayam broiler yang lebih fluktuatif.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HT Erry Nuradi: Posisi Paslon Jokowi-Maˊruf di Medan Mengkhawatirkan, Ajak Koalisi Kerja Keras
Denai, Helvetia Sama Ingin Juara di Porkot Medan X
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pemasok Ekstasi ke Lokasi Hiburan Malam
Ayen Terluka Parah Ditikam OTK di Medan
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Anggota DPRD Medan Minta Jalan Medan Labuhan yang Rusak Segera Diperbaiki
komentar
beritaTerbaru