"Penyaluran SPHP terus kami tingkatkan. Sampai 11 Agustus ini sudah sekitar 32.000 ton yang kami salurkan dari target sekitar 49.000 ton," kata Budi.
Menurutnya, perluasan titik distribusi dilakukan agar masyarakat lebih mudah memperoleh beras SPHP dengan harga terjangkau sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Sumatera Utara.
Sementara penyaluran MinyaKita hingga kini mencapai 14,36 juta liter melalui berbagai saluran. Sebanyak 7,50 juta liter atau sekitar 52,23 persen di antaranya disalurkan melalui Pasar Rakyat, baik kanal SP2KP maupun non-SP2KP, serta melalui RPK dan Koperasi Merah Putih.
Budi mengatakan seluruh penyaluran MinyaKita tercatat dalam sistem SIMIRAH sehingga dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan.
"Stok pangan yang dikelola dan disalurkan sesuai penugasan Pemerintah. Baik Bantuan Pangan, SPHP maupun MinyaKita, kami terus salurkan. Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan, harga pangan dan pengendalian inflasi di Sumatera Utara," katanya.(**)