Medan(harianSIB.com)
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menyiapkan sekitar 52.178 ton beras Bantuan Pangan untuk 1.739.256 Penerima Bantuan Pangan (PBP) alokasi Juli-September 2026.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan beras bantuan tersebut akan segera disalurkan setelah dilakukan pengecekan oleh pemerintah kabupaten dan kota masing-masing.
"Beras untuk Bantuan Pangan sudah dicek oleh Pemkab masing-masing. Kemarin di gudang saya bertemu dengan Pemkot Medan, Pemkab Deli Serdang, Pemkab Sergai dan Pemkot Binjai. Kami upayakan dalam minggu ini kami salurkan," ujar Budi dalam siaran tertulis, Selasa sore (11/8/2026).
Untuk alokasi Bantuan Pangan Februari-Maret 2026, Bulog Sumut telah menyalurkan 34.954,66 ton beras kepada 1.756.846 PBP serta sekitar 6,99 juta liter minyak goreng.
Baca Juga:
Selain bantuan pangan, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) periode 1 Maret hingga 11 Agustus 2026 telah mencapai 32.342 ton dari target sekitar 49.043 ton atau 65,95 persen.
Khusus Agustus, Bulog Sumut memperkirakan penyaluran sekitar 9.000 ton beras SPHP melalui Pasar Rakyat, Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan TNI/Polri, pemerintah daerah serta pemerintah kabupaten/kota.
"Penyaluran SPHP terus kami tingkatkan. Sampai 11 Agustus ini sudah sekitar 32.000 ton yang kami salurkan dari target sekitar 49.000 ton," kata Budi.
Menurutnya, perluasan titik distribusi dilakukan agar masyarakat lebih mudah memperoleh beras SPHP dengan harga terjangkau sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Sumatera Utara.
Sementara penyaluran MinyaKita hingga kini mencapai 14,36 juta liter melalui berbagai saluran. Sebanyak 7,50 juta liter atau sekitar 52,23 persen di antaranya disalurkan melalui Pasar Rakyat, baik kanal SP2KP maupun non-SP2KP, serta melalui RPK dan Koperasi Merah Putih.
Budi mengatakan seluruh penyaluran MinyaKita tercatat dalam sistem SIMIRAH sehingga dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan.
"Stok pangan yang dikelola dan disalurkan sesuai penugasan Pemerintah. Baik Bantuan Pangan, SPHP maupun MinyaKita, kami terus salurkan. Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan, harga pangan dan pengendalian inflasi di Sumatera Utara," katanya.(**)