Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 28 Agustus 2026

Petani Karo Menjerit, Harga Tomat Anjlok

- Sabtu, 29 Maret 2014 19:28 WIB
2.232 view
 Petani Karo Menjerit, Harga Tomat Anjlok
SIB/Sonry Purba
Aron (pekerja di ladang) membersihkan tanaman tomat milik Roma Sitepu di Desa Sukanalu.
Tanah Karo (SIB)- Petani tomat di Karo menjerit  karena harga tomat  anjlok, hanya Rp 1200 per kilogram. Akibatnya, petani tomat menahan panen dan membiarkan tomat mereka matang merata sambil menunggu kenaikan harga.

"Harga tomat hancur, kalau dipanen sekarang pasti kami merugi. Sebulan yang lalu harga tomat masih di atas Rp 6000/kg, Namun  harga semakin turun, entah apa penyebabnya. Saya pun kurang tahu,” ujar  Roma Sitepu (38), warga Desa Sukadame, Tigapanah di perladangan Juma Berneh Desa Sukanalu Kecamatan Barus Jahe, kepada wartawan, Kamis  (27/3) di ladangnya.

Ia memaparkan, untuk menanam tomat modalnya tidak sedikit, untuk perbatang saja hingga mulai panen modalnya mencapai Rp 3000/batang. “Bayangkan tomat yang saya tanam sekitar 7000 batang, berarti, modal yang sudah keluar mencapai Rp 21 juta, sedangkan perbatangnya paling tinggi produksi buah tomat itu 5 kg,” ungkapnya.

Belum lagi, katanya, modal produksi mulai tanam panen, diperkirakan modal semasa panen itu, sekira Rp 2000 per batang. berarti modal tanaman tomat mulai tanam sampai habis  panen, kalau dihitung seperti sebelumnya, maka modal untuk menanam tomat hingga habis panen diperkirakan Rp 5000/per batang.

Menurutnya, kalau harga tomat tidak kunjung naik, maka kerugian tidak akan terelakkan, bisa-bisa tidak ada lagi modal untuk menanam kembali. Penurunan harga jual tomat tersebut sangat terasa pada perekonomian mereka, apalagi tomat diharapkan dapat menghidupi dan menyekolahkan ketiga anaknya  yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan SMA.

Hal senada disampaikan Toni Tarigan di perladangan yang sama, "Harga pada saat ini memang sangat jauh turunnya, mencapai Rp 1200/kilogram. Tentunya membuat para petani tomat khawatir takut harga seperti ini terus berlanjut. Untuk itu diharapkan kepada pemerintah maupun anggota DPR pusat agar memperhatikan penderitaan petani. Harga pupuk tidak sebanding dengan harga jual tomat saat ini,” ungkapnya.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo, Ir Agustoni Tarigan  mengatakan anjloknya harga tomat dikarenakan tingginya produksi panen di Kabupaten Karo. Namun menurut Permendag Nomor 60 tahun 2012, Dinas Pertanian hanya dapat mengimbau  kepada pemerintah Provinsi Sumut supaya tidak mengimpor tomat dari luar, karena produksi tomat di dalam negeri mencukupi. “Dinas pertanian hanya sebatas itu, kalau masalah harga itu gawenya dinas Koperindag,” katanya. (B1/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru