Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026
Soroti ICOR Tinggi

Prabowo Ungkap Ekonomi RI Boros

* Minta KL-Pemda Lakukan Penghematan
Redaksi - Rabu, 11 Desember 2024 10:28 WIB
156 view
Prabowo Ungkap Ekonomi RI Boros
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjabat tangan dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan), Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kanan) dan Menkeu Sri Mulyani

Presiden meminta kepada pimpinan daerah untuk memerangi kebocoran anggaran, dan menempatkan anggaran negara hanya untuk kepentingan rakyat.


"Kita harus menjamin setiap rupiah uang rakyat sampai ke rakyat yang memerlukan. Kita tidak boleh lagi toleransi terhadap kebocoran, pengeluaran yang boros, hal-hal yang tidak langsung mengatasi kesulitan rakyat, hal-hal yang tidak produktif," kata Prabowo.


Kepala Negara juga mengajak seluruh unsur untuk mengurangi pengeluaran yang bersifat seremonial atau peresmian, mengurangi kegiatan bersifat kajian atau seminar, dan lebih fokus untuk mengatasi masalah secara langsung.


Bersyukur
Prabowo juga bersyukur Indonesia dalam kondisi damai saat ini di tengah ketegangan geopolitik dunia. Meski begitu, Prabowo meminta tetap waspada karena kondisi berubah tiap saat.


Prabowo mengatakan pemerintah saat ini bertekad melaksanakan transformasi menuju Indonesia maju.


"Kita bertekad untuk melaksanakan pembangunan nasional dalam rangka kita melanjutkan upaya transformasi menuju Indonesia menjadi negara maju, negara makmur, Indonesia Emas 2045," kata Prabowo.


Prabowo bersyukur Indonesia kini dalam keadaan damai, pengendalian ekonomi pun terbilang stabil. Meski begitu, ia meminta tetap waspada karena kondisi lebih parah bisa saja terjadi tiap saat.


"Karena itu kita patut waspada, tapi patut juga kita bersyukur bahwa kondisi bangsa negara kita hari ini berada dalam keadaan damai," ujarnya.


"Jangan kita pernah menganggap bahwa kaya dari kita, lebih maju dari kita, lebih menguasai teknologi dari kita, terjadi suatu kondisi yang tidak stabil,bahkan negara yang kita anggap lebih maju dari kita diwarnai oleh upaya darurat militer dan ketegangan lain. Bahkan kita harus waspada bahwa setiap saat bisa muncul kondisi lebih parah dari kondisi sekarang," lanjut Prabowo.


Serahkan
Prabowo Subianto resmi menyerahkan DIPA dan TKD tahun 2025. Prabowo mengatakan, penyerahan DIPA dan transfer daerah merupakan simbol pelaksanaan APBN 2025.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru