Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026
Soroti ICOR Tinggi

Prabowo Ungkap Ekonomi RI Boros

* Minta KL-Pemda Lakukan Penghematan
Redaksi - Rabu, 11 Desember 2024 10:28 WIB
155 view
Prabowo Ungkap Ekonomi RI Boros
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjabat tangan dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan), Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kanan) dan Menkeu Sri Mulyani

Penyerahan DIPA dan TKD ini merupakan yang pertama dilakukan Prabowo sebagai presiden.


"Setelah dua bulan kabinet menjabat hari ini kita masuk ke tahap penting dalam pemerintahan kita, yaitu penyerahan DIPA dan transfer ke daerah tahun 2025. Hal ini merupakan simbol dimulainya pelaksanaan APBN 2025," kata Prabowo.


Prabowo sendiri mengalokasikan anggaran belanja dari APBN senilai Rp 3.621 triliun pada tahun 2025. Anggaran tersebut meningkat 8,9% dari anggaran belanja pada APBN 2024.


Tepatnya, Prabowo diberikan uang belanja senilai Rp 3.621.313.743.500.000. Jumlah itu terdiri atas anggaran belanja Pemerintah Pusat dan anggaran transfer ke daerah (TKD).


Lebih lanjut diatur khusus untuk anggaran belanja pemerintah pusat jumlahnya sebesar Rp 2.701.441.624.917.000. Anggaran sebesar itu digunakan untuk belanja pemerintah pusat menurut fungsi, belanja pemerintah pusat menurut organisasi, dan belanja pemerintah pusat menurut program. Pos ini yang digunakan untuk membiayai belanja kementerian.


Sementara itu anggaran TKD ditetapkan sebesar Rp 919.872.114.583.000. Terdiri dari dana bagi hasil, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana otonomi khusus, dana keistimewaan, dan dana desa.


Cuma 3 Negara

Di kesempatan itu, Prabowo Subianto juga meyakini cuma 3 negara saja di dunia ini yang mampu mencapai swasembada energi. Hal itu bisa dilakukan dengan mengembangkan bahan bakar nabati.


Dia yakin Indonesia merupakan salah satu dari 3 negara itu, dua negara lainnya adalah Kongo dan Brasil. Indonesia dan dua negara tersebut saat ini sedang mengebut pengembangan bahan bakar nabati.


"Kita bersyukur kepada yang maha kuasa karena kita diberi karunia. Mungkin hanya 3 negara di dunia yang sungguh-sungguh dalam waktu yang tidak lama lagi bisa 100% swasembada energi dari tanaman yang merupakan sumber energi terbarukan," beber Prabowo.


"Itu hanya 3 negara kemungkinan, yaitu Brasil, Kongo, dan Indonesia," tegasnya.


Indonesia menurutnya memiliki karunia kekayaan alam yang bisa digunakan untuk menggenjot bahan bakar nabati. Prabowo meminta semua pihak memanfaatkan karunia ini.


"Karena itu kita harus pandai memanfaatkan karunia ini kita tidak boleh lengah, tidak boleh malas, tidak boleh mengikuti kebiasaan yang mungkin tidak produktif," ujarnya.


Sejauh ini Indonesia sudah menjalankan program biodiesel B35 yang implementasinya sudah dilakukan sejak 2023. Ini merupakan upaya mencampur bahan bakar minyak dengan 35% minyak nabati dari kelapa sawit.


Sejak awal tahun hingga bulan September kemarin saja, sudah ada 8,21 juta kiloliter (KL) B35 yang disalurkan dari target 13,4 juta kiloliter.
Kementerian ESDM sendiri pernah menyatakan mulai 1 Januari 2025, pemerintah akan meluncurkan B40, yaitu biodiesel campuran solar dengan 40% minyak nabati dari kelapa sawit. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru