Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 12 Agustus 2026

Diancam Dibunuh, Trump Dievakuasi Gunakan Truk Katering

Redaksi - Rabu, 12 Agustus 2026 09:12 WIB
156 view
Diancam Dibunuh, Trump Dievakuasi Gunakan Truk Katering
Alex Brandon/Pool via REUTERS
Presiden Donald Trump berbicara di upacara pemakaman Senator Lindsey Graham, R-S.C., di Katedral Nasional Washington, Selasa, 28 Juli 2026, di Washington.

Washington (harianSIB.com)

Laporan The Washington Post yang baru dirilis membuat geger. Terungkap bahwa ada ancaman pembunuhan ke Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang memaksanya meninggalkan Air Force One dan diungsikan ke pesawat militer rahasia.

Ia bahkan dipindahkan secara diam-diam dengan truk katering bandara ke pesawat yang lebih kecil. Hal ini terjadi bulan lalu ketika ia hendak bertolak pergi dari KTT NATO, di Ankara, Turki.

"Langkah tak biasa tersebut dilakukan karena adanya ancaman pembunuhan dari Iran," tulis laman tersebut dimuat Senin, sebagaimana dikutip CNBC Indonesia, Selasa (11/8/2026).

Awalnya, Trump menggunakan pesawat jet baru yang merupakan pemberian Qatar untuk menuju Ankara dalam rangka menghadiri KTT NATO. Namun, ia secara tak terduga menggunakan Air Force One versi lama saat meninggalkan Turki.

Baca Juga:
Keputusan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai keamanan pesawat baru tersebut. Kunjungan Trump ke KTT NATO merupakan perjalanan internasional pertama menggunakan pesawat baru tersebut.

Sebenarnya, pesawat itu telah menjalani modifikasi besar-besaran. Bahkan modifikasi itu menimbulkan pertanyaan terkait biaya dan keamanannya.

Sementara itu sesaat sebelum meninggalkan Ankara, Trump mengatakan melalui Truth Social bahwa ia akan menggunakan pesawat Air Force One lama berwarna biru muda menuju RAF Mildenhall di Inggris. Kala itu ia beralasan "demi mengenang masa lalu".

Pesawat baru tersebut juga dikatakan berhenti di pangkalan yang sama. Ini agar personel militer AS yang ditempatkan di sana dapat melihat pesawat tersebut.

Meski begitu, setelah Trump menaiki Air Force One lama di Ankara, ia ternyata diam-diam dipindahkan menggunakan truk katering bandara menuju pesawat yang lebih kecil, yakni pesawat militer C-32A.

The Washington Post mengutip seorang pejabat AS yang mengetahui operasi tersebut serta sejumlah bukti pendukung yang ditinjau media tersebut.

"Operasi penyamaran itu dilakukan setelah muncul ancaman yang dinilai kredibel terhadap Trump," menurut laporan tersebut.

Dalam operasi kali ini, para wartawan yang mengira mereka ikut terbang bersama Trump menggunakan Air Force One lama justru diminta menutup tirai jendela di kabin pers.

The Washington Post melaporkan bahwa selain para wartawan, sejumlah staf Gedung Putih juga meyakini Trump berada di dalam pesawat tersebut.

Wartawan sebenarnya juga menanyakan mengapa tirai jendela harus ditutup selama penerbangan. Namun Trump mengatakan mereka "mungkin sedang berada dalam penerbangan berbahaya".

Pesawat C-32A yang membawa Trump terbang menuju Inggris dan tiba sekitar pukul 22.20 waktu setempat. Sementara itu, Air Force One lama dan rombongan media tiba beberapa menit kemudian.

Sebenarnya, operasi serupa pernah dilakukan pada 2000 ketika Presiden AS Bill Clinton menggunakan jet eksekutif tanpa tanda khusus untuk terbang ke Pakistan. Air Force One resminya digunakan sebagai pesawat pengalih perhatian.

Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steve Cheung mengatakan pesawat baru pemberian Qatar tersebut telah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi untuk memastikan keselamatan presiden dan stafnya. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kasus Tanah di Bali, Pelapor Bamsoet Ngaku Diancam Dibunuh
Penjelasan Kepala Ombudsman Sumut Soal Nama Guru SMAN 13 Medan yang Diancam Dibunuh
Anggota DPR Adian Napitupulu Diancam Dibunuh
Aung San Suu Kyi Diancam Dibunuh
Diancam Dibunuh, 3 Wartawan di Lumajang Lapor ke Polda Jatim
komentar
beritaTerbaru