Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Ken Steven, ‘Anak Ajaib’ di Dunia Paduan Suara Konser Merry Christmas from Me di Medan

- Selasa, 28 November 2017 18:22 WIB
1.727 view
Ken Steven, ‘Anak Ajaib’ di Dunia Paduan Suara Konser Merry Christmas from Me di Medan
SIB/Dok
Ken Steven bersama Medan Community Male Choir usai tampil dan menang di Andrea O. Veneracion International Choral Festival 2017 Pilipina.
Medan (SIB) -Ken Steven, konduktor dan musisi komposisi paduan suara kelas dunia mengadakan konser Merry Christmas from Me pada Jumat, 1 Desember 2017 di Gereja Chapel Oikumene USU Jalan dr Soemarsono Kampus USU Medan. Musisi kelahiran Binjai, Sumut yang karyanya berulang kali juara dunia itu mengonduktori Medan Community Male Choir (MCMC) dalam pertunjukan yang juga persiapan untuk kompetisi dunia. Pertunjukan dimaksud dinamai Community Male Choir Goes To Macau.

Melalui publikasi di blok MCMC yang diteruskan Teguh Kebeaken, Minggu (26/11), dalam konser tersebut Ken Steven menyuguhkan komposisi karyanya dan karya komponis dunia yang diaransir ulang. "Komposisi lagu maupun koreografi dipadupadankan dengan sangat apik. Bersamaan dengan itu, MCMC membawa beberapa karya lagu-lagu popular yang sedang hits saat ini," tambah Ksatriya Sitepu dari Dolok Merangir, Simalungun.

Pria yang konsern pada industri pariwisata daerah itu mengatakan, kehadiran Ken Steven sebagai keriangan warga Medan khususnya yang merayakan Natal dan Tahun Baru. "MCMC ingin berkidung bersama warga dalam memuliakanNya bernuansa Natal," sebut Ksatriya Sipayung.

Ken Steven tak semata komponis tapi juga vokalis yang berguru pada Daud Kosasih. Bergeser ke paduan suara setelah bergabung di Methodist-2 Chamber Choir.
Pria murah senyum itu bahkan memilih drum sebagai pengetahuan berkesenian, setelah belajar piano sampai mahir. Ken kemudian beralih ke instrumen biola karena termotivasi oleh kakak dan adiknya yang mempelajari instrumen tersebut. Di kelas satu SMP ia mempelajari instrumen saksofon dan fluit dan sempat menikmati pengalaman bermain di acara-acara pernikahan. Keahlian pada sejumlah alat musik kemudian menyusun komposisi lagu membuatnya beroleh julukan 'anak ajaib'.

Meski fokus di dunia seni tapi Ken masih sempat menjuarai Olimpiade Sains sebagai ejawantah dari tekadnya ingin menjadi seorang sarjana teknik perminyakan. Tetapi hasrat tersebut kandas karena menekuni musik baginya seperti candu. Apalagi menimba ilmu di Asian Institute for Liturgy and Music (AILM) Filipina.

Di institusi itu Ken peroleh beasiswa. Totalitas bermusiknya dipengaruhi maestro musik dunia seperti Fransisco Feliciano, Ralph Hoffman dan Eudenice Palaruan. Ken berguru pada Arwin Tan, Sharon Abesamis, Joel Aquino dan Christopher Borela untuk direktori komposisi musik.

Karya-karyanya pun selalu dibawakan di festival tingkat dunia dan menang. Terakhir kali, bersama MCMC meraih juara II di Andrea O. Veneracion International Choral Festival 2017 untuk kategori ansamble. "Pulang dari Filipina, paduan suara berisi 25 orang itu menggelar konser Merry Christmas from Me dan Community Male Choir Goes To Macau di Gereja Chapel Oikumene USU Jalan dr Soemarsono Kampus USU Medan," jelas Teguh Kebeaken.

Alasan konser di Medan pun ingin mendapat masukan dari publik sebab MCMC bakal bertolak ke Macau mengikuti Cantata Macau 2017, (8/12) di China. "MCMC ingin ada komunikasi melalui pertunjukan tersebut dengan publik," tutup Ksatrya Sipayung. (T/R10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru