Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 28 Agustus 2026

Wali Kota Tanjungbalai Buka Pelatihan Tenaga Kesehatan Terpadu 2025

Regen Silaban - Senin, 03 November 2025 18:47 WIB
898 view
Wali Kota Tanjungbalai Buka Pelatihan Tenaga Kesehatan Terpadu 2025
Foto: Dok/Kominfo
Pembukaan pelatihan tenaga kesehatan terpadu Kesehatan Jiwa Tingkat Kota Tanjungbalai 2025, di Grand Singgie Hotel, Senin (3/11/2025).

Tanjungbalai(harianSIB.com)

Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim membuka pelatihan tenaga kesehatan terpadu Kesehatan Jiwa Tingkat Kota Tanjungbalai tahun 2025 yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, di Grand Singgie Hotel, Senin (3/11/2025).

Mahyaruddin menyebutkan, masalah kesehatan jiwa di Indonesia cukup besar dan hal itu menjadi perhatian pemerintah daerah, sehingga kegiatan pelatihan tersebut perlu dilaksanakan.

Untuk itu, kata Mahyaruddin, perlu peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer (FKTP), disamping supervisi dari tenaga profesional kesehatan jiwa.

"Peningkatan kapasitas tersebut berupa pelatihan bagi dokter umum, perawat dan psikolog klinis tentang tenaga kesehatan terpadu kesehatan jiwa," ucapnya.

Baca Juga:

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini perkembangan penyakit kesehatan jiwa secara globalmenunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan, dengan lebih dari 1 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan mental berupa depresi dan kecemasan, yang umumnya dipicu oleh tekanan hidup dan tuntutan pekerjaan, serta memiliki dampak negatif pada produktivitas dan kesehatan fisik.

"Data gangguan mental di Indonesia menunjukkan sekitar31 juta penduduk berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental, termasuk 19 juta mengalami gangguan emosional dan 12 juta menderita depresi," papar Mahyaruddin.

Mahyaruddin juga menyampaikan, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan bahwa angka orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) meningkat dari tahun sebelumnya, pada tahun 2025 sampai dengan akhir Oktober ini jumlah ODGJ berat di Kota Tanjungbalai sebanyak 209 orang, dengan kasus kejiwaan kedaruratan yang dirujuk ke RSJ Medan sampai dengan saat ini sejumlah 8 orang.

"Persoalannya, di mana tidak adanya tempat penampungan lanjutan dan tidak adanya perhatian besar dari keluarga kepada ODGJ yang telah selesai perawatan dari RSJ. Selain itu masih ada ODGJ yang tidak memiliki identitas kependudukan, bahkan tidak memiliki keluarga yang disinyalir merupakan gelandangan yang dibuang dari daerah lain ke Kota Tanjungbalai," katanya.

Ia juga menegaskan, saat ini Pemko Tanjungbalai telah membentuk TPKJM (tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat) tingkat kota. Tim dibentuk dengan melibatkan lembaga pemerintah, seperti dinas kesehatan, sosial, pendidikan, agama, serta peran swasta, LSM dan organisasi masyarakat.

Kemudian sebagai bentuk upaya lanjutan, lanjutnya, pemerintah juga membentuk tim terpadu P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika). Hal ini dilaksanakan guna mencegah dan mengatasi peredaran, penggunaan serta dampak gangguan kejiwaan yang diakibatkan oleh narkotika.

Baca Juga:

"Tahun 2025 melalui Dinas Kesehatan, pemerintah telah menganggarkan sekitar 109.260.000 juta untuk penanganan rujukan dan kunjungan rumah pada pasien jiwa. Pembiayaan ini di luar dari persiapan pembiayaan pengobatan dan perawatan yang dilakukan melalui mekanisme jaminan kesehatan PBI APBD (layanan gratis) ke fasilitas kesehatan setingkat puskesmas maupun rumah sakit," katanya.

Wali Kota mengingatkan, setelah mengikuti pelatihan, para peserta mampu melakukan penatalaksanaan kasus gangguan jiwa terpadu di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer (FKTP).

"Semoga semua peserta kegiatan ini akan menjadi kompeten, sehingga nantinya akan berdampak positif bagi daerah terutama masyarakat yang membutuhkannya," katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri, Plt Kadis Kesehatan Safrina Yanti Harahap, serta para dokter, tenaga medis dan perawat dari Puskesmas se-Tanjungbalai selaku peserta pelatihan.

Hadir dalam kegiatan, Vera Chitra Dewi Saragih selaku Master of Training dari UPTD Pelkes Dinkes Provsu, Rosa Ramayani Simamora selaku Officer Course dari UPTD Pelkes Dinkes Provsu, Sasta Wijayanti Purba selaku fasilitator dari Dinkes Provsu, Artha Jannah Purwanti Simanjuntak selaku fasilitator dari Dinkes Sumut, Jenny Marlindawani Purba selaku fasilitator dari Fakultas Keperawatan USU, dr Marupa Doloksaribu selaku fasilitator dari RSJ Sumut. (**)

Baca Juga:

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polsek Tanjung Beringin Evakuasi Mayat Diduga ODGJ di Emperan Ruko
Seorang Wanita Tuna Wisma ODGJ Melahirkan Sendiri di Ruko Kosong
ODGJ Tikam Leher dan Perutnya Akhirnya Tewas di Rumah Sakit
Pria Diduga ODGJ di Perumnas Mandala Tikam Perut dan Gorok Leher Sendiri di Tengah Jalan, Warga Geger
Wali Kota Terbitkan SK Pembentukan Tim Terpadu P4GN dan ODGJ di Tanjungbalai
Perempuan Asal Medan Ditemukan Tewas di Teras Ruko Seirampah
komentar
beritaTerbaru