Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 14 Mei 2026

Relawan AQL Laznas Peduli Muliakan Ratusan Al-Qur’an Rusak Akibat Banjir di Aceh Tamiang

Horas Pasaribu - Minggu, 25 Januari 2026 18:36 WIB
507 view
Relawan AQL Laznas Peduli Muliakan Ratusan Al-Qur’an Rusak Akibat Banjir di Aceh Tamiang
Foto: Dok AQL Laznas Peduli
KUMPULKAN – Relawan AQL Laznas Peduli dari Pondok Pesantren Ibadurrahman Stabat, Sumatera Utara, menangani mushaf-mushaf Al-Qur’an yang rusak akibat terendam banjir dari sejumlah masjid di Aceh Tamiang.

Aceh Tamiang (harianSIB.com)

Relawan AQL Laznas Peduli mengumpulkan ratusan mushaf Al-Qur'an yang rusak akibat terendam banjir dari sejumlah masjid di Kabupaten Aceh Tamiang.

Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya memuliakan kitab suci Al-Qur'an pascabencana.

Pembina AQL Laznas Peduli, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), mengatakan pihaknya sangat prihatin melihat banyaknya mushaf Al-Qur'an yang rusak akibat banjir bercampur lumpur.

Karena itu, AQL Laznas Peduli berinisiatif melakukan pemuliaan mushaf sesuai tuntunan syariat dan fatwa ulama.

"Banyak Al-Qur'an yang rusak berat akibat terendam banjir dan lumpur. Kami merasa terpanggil untuk memuliakannya agar tidak diperlakukan secara tidak pantas," ujar UBN kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).

Selain mengumpulkan mushaf yang rusak, AQL Laznas Peduli juga berkomitmen mengganti Al-Qur'an di masjid-masjid terdampak yang sudah tidak memiliki mushaf layak pakai.

Penggantian tersebut dilakukan melalui program AQL Wakaf Qur'an di bawah naungan Yayasan Pusat Peradaban Islam.

Dalam pelaksanaannya, AQL Laznas Peduli melibatkan tim relawan dari Pondok Pesantren Ibadurrahman Stabat yang dipimpin Ustadz Mukhsin.

Mushaf-mushaf rusak dikumpulkan dari masjid-masjid dan dievakuasi ke pesantren untuk dimuliakan sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara itu, Project Pendidikan Wakaf Al-Qur'an AQL, Muhammad Ilyas Sembiring, menjelaskan bahwa jumlah mushaf yang rusak di satu masjid bahkan bisa mencapai 100 eksemplar.

Dari tiga masjid yang disisir relawan, total mushaf rusak yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 350 eksemplar.

"Kondisinya berlumpur, kertas menyatu, lengket, dan gembung akibat terendam air. Mushaf-mushaf ini kami evakuasi menggunakan mobil ke pondok pesantren untuk ditangani secara layak," jelasnya.

Pengumpulan dilakukan dari masjid ke masjid untuk mencegah terjadinya tindakan yang tidak sesuai syariat, seperti pembakaran sembarangan, pembuangan ke tempat sampah, atau mushaf berserakan yang berpotensi terinjak.

Adapun masjid yang telah dilakukan pengumpulan di antaranya Masjid Syuhada, Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru dengan 250 mushaf rusak.

Kemudian Masjid Al Ikhlas, Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru sebanyak 25 mushaf, serta Masjid Taqwa, Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda dengan 75 mushaf rusak.

"Kebetulan ketiga masjid berada di jalur lintas Medan–Banda Aceh, sehingga proses evakuasi berjalan lebih cepat. Seluruh mushaf yang rusak kami bawa ke Stabat, Sumatera Utara, untuk dimuliakan," tambahnya.

Terpisah, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tamiang, Syahrizal Darwis, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengeluarkan taushiyah terkait penyelamatan dan penanganan Al-Qur'an pascabencana banjir.

Melalui Fatwa MPU Aceh Tamiang Nomor: 400.6.1/01/2026, ditegaskan bahwa masyarakat wajib berupaya menyelamatkan Al-Qur'an dengan cara mengeringkan mushaf yang masih bisa dibaca, membersihkan dari lumpur dan najis secara sopan, serta menyimpannya di tempat yang bersih dan aman.

Jika mushaf telah rusak berat dan tidak dapat dibaca, diperbolehkan untuk dimuliakan dengan cara dibakar dengan niat menjaga kehormatan Al-Qur'an, dikuburkan di tempat yang bersih dan terhormat, atau melarutkan tintanya terlebih dahulu sebelum dikubur.

MPU juga menegaskan larangan keras membuang Al-Qur'an ke tempat sampah, menginjak, merobek, atau memperlakukannya secara tidak hormat.

"Taushiyah ini menjadi pedoman agar umat Islam tetap memuliakan Kalamullah dalam kondisi apa pun, termasuk saat musibah dan bencana," tegas Syahrizal Darwis. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru