Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Banjir Bandang Terjang Dua Desa di Simangumban Taput, 35 Rumah Rusak dan 3 Hanyut

Anwar Lubis - Kamis, 23 April 2026 09:38 WIB
420 view
Banjir Bandang Terjang Dua Desa di Simangumban Taput, 35 Rumah Rusak dan 3 Hanyut
Foto Dok/Kominfo
Tim Gabungan dari BPBD Taput, Dinas PU dan Tata Ruang, serta aparat desa melakukan evakuasi warga terdampak banjir bandang ke titik pengungsian sementara di Gereja GKPA Simangumban dan Kantor Desa Aek Nabara, Rabu (22/4/2026) malam.

Taput(harianSIB.com)

Bencana banjir bandang melanda dua desa di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.09 WIB. Dua desa yang terdampak adalah Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara.

Bencana dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan debit air sungai naik drastis dan meluap ke permukiman warga.

"Intensitas hujan yang sangat tinggi sejak sore hari menyebabkan debit air sungai naik drastis dan meluap ke pemukiman warga," ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Taput, Binhot Aritonang saat dihubungi, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Taput yang dihimpun, Kamis, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, satu warga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan medis.

Baca Juga:
Kerugian material yang tercatat meliputi 35 unit rumah rusak berat dan sedang, serta 3 unit rumah lainnya dilaporkan hanyut terbawa arus.

Salah seorang warga A Sitompul saat dihubungi, menyebutkan bahwa di Dusun III Losung Aek, Desa Simangumban Julu, ketinggian banjir yang berasal dari luapan Sungai Tahalak mencapai setinggi lutut orang dewasa. Arus yang kuat menyebabkan banyak barang dan peralatan rumah tangga milik warga tidak sempat diselamatkan.

Dampak banjir tidak hanya dirasakan di permukiman. Jalur lintas provinsi Tarutung-Sipirok saat itu sempat terputus sekitar 30 menit akibat limpasan air yang membanjiri badan jalan.

Selain di Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara, banjir serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan Aek Las dan Pasar Simangumban Simpang 4, sehingga total terdapat tiga titik banjir bandang di Kecamatan Simangumban pada malam yang sama.

Saat peristiwa berlangsung, aliran listrik di lokasi terdampak juga padam dan hingga Kamis pagi masih dalam proses perbaikan dan warga terdampak dievakuasi ke titik yang lebih aman, dengan pengungsian sementara dipusatkan di Gereja GKPA Simangumban dan Kantor Desa Aek Nabara.

Pada Kamis (23/4/2026) pagi, tim gabungan merencanakan sejumlah langkah penanganan lanjutan, antara lain mendirikan posko penanganan bencana, membangun dua unit dapur umum, serta menurunkan alat berat untuk pembersihan material di lokasi terdampak termasuk di ruas Jalan Lintas Sumatera.

BPBD Taput mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

"Laporkan segera ke perangkat desa atau BPBD jika melihat tanda-tanda bahaya," imbau Binhot Aritonang.

Tim gabungan masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Proses pendataan korban dan kerusakan masih terus berjalan dan akan diperbarui secara berkala (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Banjir Bandang Landa Sigi Sulteng, Ribuan Warga Terdampak
Muslimah Rabu Biru Sumut Kumpulkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam Madina
Pedagang Eks Pasar Aksara Sumbang Korban Bencana Alam di Madina
Pemerintah Sumut Perlu Siapkan Asuransi Bencana Alam
Bus Sekolah Dihantam Banjir Bandang di Yordania, 14 Orang Tewas
Pentingnya Asuransi Bencana Alam
komentar
beritaTerbaru